TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hujan deras melanda Kota Makassar sejak Minggu (17/5/2026) malam. Hanya dalam waktu satu hingga dua jam, sejumlah wilayah mulai terendam banjir.
Air meluap dari selokan, kanal, hingga sungai dan masuk ke rumah-rumah warga. Hujan pun terus bertahan hingga Senin siang, membuat jumlah wilayah serta rumah terdampak semakin bertambah.
Menjelang sore hari, hujan mulai mereda. Meski begitu, kondisi cuaca masih mendung dan berpotensi kembali diguyur hujan.
Situasi tersebut membuat para RT/RW di Kota Makassar tetap siaga memantau perkembangan kondisi di wilayah masing-masing.
Ketua RT 003 RW 002 Kelurahan Kunjung Mae, Rosnah Banda mengatakan sebanyak empat rumah di wilayahnya terdampak banjir.
Ia mengaku terus memantau kondisi rumah warga tersebut dan meminta warga segera menyelamatkan barang-barang penting.
Selain itu, Rosnah juga mengimbau warga lainnya agar tetap waspada mengingat cuaca masih berpotensi hujan.
"Saya pantau terus kondisinya, saya minta kepada warga untuk tetap siaga dan waspada," ucapnya.
Ketua RW 001 Wala-Walaya, Husniah mengatakan banjir mulai merendam sejumlah rumah di wilayahnya sejak Minggu malam.
"Saya kan tadi malam kegiatan posko, tidak sampai satu jam air sudah naik," ucapnya.
Saat ini, meski hujan mulai reda, genangan air masih bertahan di dalam rumah warga maupun di jalan raya.
"Kalau masih tergenang itu di Juanda Raya di luar, berarti masih banjir juga kita di dalam," katanya.
Husniah juga telah berkeliling mengecek kondisi rumah warga yang terdampak banjir. Ia memantau kondisi warga dan melapor jika ada kebutuhan mendesak.
Banjir juga melanda wilayah Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala. Air dari got besar meluap dan merendam rumah-rumah warga.
"Masuk ke rumah warga setinggi betis, tapi sekarang sudah surut," kata Ketua RT 001 RW 003 Kelurahan Gaddong, Milda Damayanti.
Menurut Milda, banjir terjadi akibat meluapnya got besar yang telah mengalami pendangkalan.
"Ini dengan penertiban PKL yang kita upayakan ini diharapkan dilakukan pengerukan secepatnya," ucapnya.
Sementara di Kelurahan Pisang Selatan, sebanyak tiga RW terdampak banjir akibat meluapnya air kanal di wilayah tersebut.
RW yang terdampak yakni RW 002, RW 003, dan RW 004. Meski di sebagian besar wilayah air mulai surut, beberapa titik masih tergenang.
Ketua RW 003 Pisang Selatan, Iskar Hendra mengatakan pihaknya terus memantau kondisi lingkungan dan melaporkan setiap perkembangan kepada pemerintah kelurahan.
"Tiga RW yang terdampak posisinya di pinggir kanal," ucapnya.
Ia mengatakan, meski hujan telah reda dan air perlahan surut, warga tetap diminta waspada karena kondisi cuaca masih mengindikasikan potensi hujan.
Iskar juga mengimbau warga untuk menyelamatkan barang-barang berharga, terutama kendaraan agar segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
"Belum ada instruksi khusus dari kelurahan, sementara kita masih pantau dan terus mengingatkan warga untuk waspada," ucapnya.