Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Aliyah: RT RW Garda Terdepan Tekan Stunting

Ketua RT dan RW punya peran strategis dalam mendeteksi dini kondisi balita berisiko stunting di lingkungan masing-masing.

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
Tribun-timur.com/Siti Aminah
RAKOR STUNTING - Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham foto bersama usai serahkan penghargaan kepada kecamatan dan kelurahan terbaik dalam Rapat Koordinasi Stunting Kota Makassar di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar, Jl Jenderal Ahmad Yani, Selasa (16/12/2025). Penghargaan diberikan kepada kecamatan dan kelurahan dalam pencegahan, percepatan, dan penurunan stunting. 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan peran strategis RT/RW dalam mendeteksi dini balita berisiko stunting.
  • Aliyah mendorong RT/RW aktif berkoordinasi dengan camat, lurah, kader posyandu, dan tenaga kesehatan.
  • Angka stunting turun dari 25,6 persen (2023) menjadi 22,9 persen (2024), dengan target 18,8 persen pada 2025.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan pentingnya peran Ketua RT dan RW dalam penanganan dan pencegahan stunting

RT dan RW garda terdepan pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. 

Mereka punya peran strategis dalam mendeteksi dini kondisi balita berisiko stunting di lingkungan masing-masing.

Ia menilai, keberhasilan penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan intervensi pemerintah melalui puskesmas atau dinas terkait.

Diperlukan keterlibatan aktif RT RW untuk memastikan keluarga memahami pola asuh, asupan gizi, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan balita secara rutin.

"Yang dibutuhkan adalah aksi nyata di lapangan. Peran camat, lurah, hingga RT dan RW sangat menentukan keberhasilan percepatan penurunan stunting di wilayah masing-masing,” kata Aliyah dalam Rapat Koordinasi Stunting Kota Makassar di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar, Jl Jenderal Ahmad Yani, Selasa (16/12/2025).

Ia juga mendorong RT RW agar proaktif berkoordinasi dengan kader posyandu, lurah, dan tenaga kesehatan setempat. 

Dengan pendataan yang akurat dan pelaporan yang cepat, intervensi dapat dilakukan lebih tepat sasaran, terutama bagi keluarga rentan yang membutuhkan pendampingan khusus.

Aliyah berharap RT RW mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat, mengubah pola pikir bahwa stunting bukan semata persoalan ekonomi. 

Tetapi juga berkaitan erat dengan perilaku hidup bersih dan sehat. 

Baca juga: RT Terbaik Pengelolaan Sampah di Makassar Bakal Diberi Rp100 Juta

Melalui peran aktif RT/RW, Pemkot Makassar optimistis upaya percepatan penurunan angka stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. 

Dalam rakor, Aliyah juga menyerahkan penghargaan kepada kecamatan dan kelurahan terbaik dalam pencegahan, percepatan, dan penurunan stunting

Penghargaan diberikan ke Kecamatan Ujung Pandang, Kecamatan Ujung Tanah, Kecamatan Tamalanrea, serta Kelurahan Lae-Lae, Kelurahan Buntusu, dan Kelurahan Pannampu.

Target 18,8 Persen di 2025

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin memaparkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Makassar pada 2023 tercatat 25,6 persen. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved