RT RW Makassar
RT Terbaik Pengelolaan Sampah di Makassar Bakal Diberi Rp100 Juta
Munafri menegaskan, RT dan RW harus lebih serius dalam memilah serta mengolah sampah di lingkungan masing-masing.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengelolaan sampah akan menjadi salah satu indikator penilaian kinerja Ketua RT dan RW di Kota Makassar.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Penutupan Festival Daur Bumi yang digelar Dinas Lingkungan Hidup di Balai Manunggal Jenderal M Jusuf, Minggu (14/12/2025).
Munafri menegaskan, RT dan RW harus lebih serius dalam memilah serta mengolah sampah di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dari hilir semata, melainkan harus dimulai dari hulu, yakni dari tingkat RT dan RW.
“RT dan RW harus mulai menyiapkan pengelolaan sampah yang baik di lingkungannya masing-masing. Ini akan menjadi indikator penilaian RT/RW terbaik, sehingga bisa mendapatkan penghargaan dan insentif yang tinggi,” tegas Munafri.
Ia pun menjanjikan insentif besar bagi RT terbaik yang mampu menjalankan pengelolaan sampah secara konsisten dan berkelanjutan.
“Minimal 20 RT terbaik akan kita berikan insentif sebesar Rp100 juta per RT dalam satu tahun,” jelasnya.
Menurut Appi-sapaannya, anggaran tersebut justru jauh lebih efisien dibandingkan biaya besar yang harus dikeluarkan pemerintah jika persoalan sampah tidak ditangani sejak dari sumbernya.
“Artinya, biaya-biaya yang kita keluarkan ini, kalau dikonversi dengan persoalan ketika sampah tidak mampu kita selesaikan dari hulu, itu akan jauh lebih besar. Bahkan bisa menjadi persoalan sosial yang sangat besar,” tuturnya.
Appi menegaskan, persoalan sampah bukan lagi isu sepele.
Pemerintah Kota Makassar kini menempatkan pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama yang dimulai dari lingkungan terkecil.
Menurutnya, pengentasan sampah tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pengelolaan, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Makassar dalam mewujudkan Program Makassar Bebas Sampah 2029.
Munafri menekankan, kebiasaan buruk dalam memperlakukan sampah harus segera ditinggalkan.
Jika selama ini masyarakat terbiasa membuang sampah sembarangan dan tidak peduli terhadap kondisi lingkungan, maka pola pikir tersebut harus dibalik secara total.
"Jika kita tidak peduli terhadap kondisi lingkungan, maka kebiasaan itu juga harus diubah menjadi sikap yang sangat peduli terhadap lingkungan sekitar," lanjutnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Festival Daur Bumi yang berlangsung dengan lancar, tertib, serta mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Menurut Helmy, festival ini menjadi bukti meningkatnya kesadaran warga Makassar terhadap isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dan pelestarian bumi.
"Alhamdulillah, Festival Daur Bumi tahun ini terselenggara dengan baik, lancar, dan tertib. Antusiasme warga Makassar juga sangat luar biasa," ujar Helmy Budiman.
Festival Daur Bumi diharapkan dapat terus menjadi ruang edukasi, inspirasi, serta kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan Makassar yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Makassar melalui DLH berkomitmen untuk kembali menghadirkan Festival Daur Bumi pada tahun mendatang dengan konsep dan rangkaian kegiatan yang lebih menarik dan edukatif.
"Festival ini akan kita hadirkan lagi tahun depan dengan acara yang lebih inovatif dan tentunya semakin melibatkan partisipasi masyarakat," jelasnya.
Pada hari terakhir festival, lanjut Helmy, kegiatan ditutup dengan talkshow atau sharing session bersama Pandawara Group, komunitas anak muda yang dikenal aktif dalam aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam sesi tersebut, Pandawara Group berbagi pengalaman serta berbagai cara dan langkah konkret untuk menjadi generasi muda yang peduli lingkungan dan berani bergerak langsung di lapangan.
"Mereka menjelaskan bagaimana cara menjadi Pandawara selanjutnya. Kita berharap, dari sini akan lahir anak-anak muda Makassar yang siap menjadi Pandawara berikutnya, menjadi agen perubahan bagi lingkungan," tutup Helmy.(*)
| RT05 La’latang Dorong Urban Farming Lewat Program Kompos Mandiri |
|
|---|
| Bank Sampah Jadi Prioritas di RW 03 Kelurahan La’latang |
|
|---|
| Kelurahan La’latang dan RT RW Bangun Sentra Kuliner di Kawasan Monumen Korban 40.000 Jiwa |
|
|---|
| Gen Z Pegang RT, Jalan Rusak di Makassar Langsung Beres |
|
|---|
| DPRD Makassar Sorot Dugaan Intervensi dan Intimidasi dalam Pemilihan RT/RW |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/RT-RW-Wali-Kota-Makassar-Munafri-Arifuddin-menghadiri.jpg)