Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Angga, Relawan Kemanusiaan yang Ditangkap Tentara Israel Alumni IMMIM Makassar

Pria akrab disapa Angga bagian dari misi Global Peace Convoy Indonesia membawa bantuan untuk warga Gaza

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Imam Wahyudi
Tribun-timur.com/Ist
RELAWAN KEMANUSIAAN - Sutrawati Kaharuddin memperlihatkan foto anaknya Andi Angga Prasadewa. Andi Angga ditangkap pasukan Israel di dekat Siprus, Mediterania Timur, Senin (18/5/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Relawan kemanusiaan asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Angga Prasadewa, diculik oleh pasukan zionis Israel, Senin (18/5/2026).

Alumni Pondok Pesantren Modern Ikatan Masjid Mushalla Indonesia Muttahidah (IMMIM) Makassar, Sulsel ini dicegat di tengah misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Pria akrab disapa Angga bagian dari misi Global Peace Convoy Indonesia membawa bantuan untuk warga Gaza, tapi kapal ditumpanginya dicegat oleh zionis Israel di dekat Siprus, Mediterania Timur.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMMIM Sulsel KH Muhammad Ishaq Samad meminta pemerintah bergerak cepat membebaskan Angga, termasuk relawan lain yang ditangkap oleh Israel.

Sebab, perlindungan warga negara dijamin dalam konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) 1945.

“Pemerintah Indonesia aktif melindungi warga negara di mana pun berada, karena ini sudah diatur dalam undang-undang,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (19/5/2026).

Ia turut prihatin atas penangkapan Angga.

Ia mendoakan lulusan teknik sipil Universitas Cenderawasih itu dalam kondisi sehat dan bisa pulang ke Tanah Air.

“Atas nama IMMIM menyampaikan prihatin dan berdoa semoga adinda (Angga) mendapatkan perlindungan. Apalagi, Angga membawa bantuan kemanusiaan,” ucap Wakil Rektor Bidang Tata Kelola Kampus Islami dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini.  

Kapal ditumpangi Angga kabarnya disergap oleh zionis Israel di perairan internasional.

Perbuatan Israel ini dianggap melanggar hukum maritim internasional.

KH Muhammad Ishaq Samad berharap, otoritas yang bekerja dalam perdamaian, utamanya PBB bisa turun tangan.

Mereka harus memberikan perlindungan kepada setiap orang, apalagi wilayah penyergapan masih berada di jalur internasional.

“Kita berharap pihak terkait memberikan perlindungan untuk warga negara di sana,” pintanya.

Terkait langkah diambil IMMIM, KH Muhammad Ishaq Samad akan berupaya menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk kader IMMIM yang berada di pemerintahan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved