Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Pemkot Makassar Tegas Tindak Parkir Liar, Puluhan Motor Diangkut Paksa

Perumda Parkir Makassar Raya sudah menerapkan digitalisasi parkir sejak 1 September 2025.

Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/TRIBUN TIMUR
PARKIR - Pemkot Makassar mulai tegas menindak parkir liar. Sejumlah titik operasi digelar dan puluhan motor diangkut paksa petugas. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Makassar mulai menertibkan parkir liar di kawasan Panakkukang, menggelar sejumlah operasi dan mengangkut puluhan motor. 
  • Digitalisasi parkir melalui QRIS yang dicanangkan Perumda Parkir sejak 1 September 2025 masih belum optimal.
  • Penggunaan QRIS titik uji coba Jl WR Supratman dan Jl Somba Opu sangat rendah, hanya sekitar 5 persen dari total pembayaran. 
  • Banyak jukir merasa lebih nyaman menerima uang tunai karena kesulitan mengecek saldo digital, sementara pengunjung juga enggan memindai barcode

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemkot Makassar mulai tertibkan parkir liar di kawasan Panakkukang.

Sejumlah titik operasi digelar dan puluhan motor diangkut paksa petugas.

Di sisi lain, implementasi pembayaran parkir non-tunai atau menggunakan QRIS di Makassar masih belum maksimal.

Perumda Parkir Makassar Raya sudah menerapkan digitalisasi parkir sejak 1 September 2025.

Uji coba dilakukan di Jl WR Supratman dan Jl Somba Opu.

Namun hampir dua bulan berjalan, tingkat penggunaan QRIS masih sangat rendah.

Baca juga: Parkir Liar di Kawasan MP, ARA: Kita Tidak Boleh Kalah sama Preman

Jukir Pasar Baru di Jl WR Supratman, Muhammad Ali Fatur, mengatakan hanya 10 orang per hari membayar parkir secara digital.

Pengunjung lebih memilih membayar tunai ketimbang memindai barcode tersedia.

“Rerata cash. Saya layani di atas 50 pengunjung per hari, tapi tidak cukup 5 persen pakai QRIS,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Jukir lainnya, Abdullah Rudi terang-terangan mengaku lebih nyaman menerima pembayaran tunai.

Alasannya, pendapatan lebih mudah dihitung. Sementara pembayaran via QRIS mengharuskannya mengecek saldo lewat bank mitra Perumda Parkir.

“Kalau cash lebih enak. Kalau QRIS harus ke bank lagi. Tapi karena sudah digitalisasi, mau tidak mau ikut,” ujarnya.

Ia mengaku belum memahami cara mengecek saldo melalui layanan mobile banking. “Belum paham. Ini masih disosialisasikan. Mungkin setelah dapat hadiah HP bisa diajari,” katanya.

Meski progres belum baik, Perumda Parkir tetap memberikan hadiah handphone kepada enam jukir dengan transaksi QRIS terbanyak.

Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, memastikan hadiah tersebut bentuk apresiasi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved