Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Parkir Liar di Kawasan MP, ARA: Kita Tidak Boleh Kalah sama Preman

Salah satu titik krusial di bawah terowongan Ramayana, Mal Panakkukang, Jl Pandang Raya Barat. 

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Istimewa
PARKIR LIAR - Petugas gabungan mengangkut kendaraan roda dua milik pengunjung Ramayana Mal Panakkukang. Motor dipindahkan ke Jl Mirah Seruni, Jumat (5/12/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Parkir liar di sepanjang Jl Boulevard Kecamatan Panakkukang kerap jadi keluhan dan meresahkan. 

Salah satu titik krusial di bawah terowongan Ramayana, Mal Panakkukang, Jl Pandang Raya Barat. 

Teranyar, tim gabungan terdiri dari 60 anggota Dinas Perhubungan, 38 personel Satpol PP, full tim Perumda Parkir, 10 anggota Satlantas Polrestabes, 5 dari kejaksan dan 5 Denpom turun menertibkan aktivitas parkir liar di kawasan tersebut. 

Petugas menemukan puluhan kendaraan roda dua yang diparkir sembarangan hingga memakan badan jalan. 

Kondisi ini membuat arus lalu lintas tersendat dan rawan kecelakaan 

Petugas memberikan peringatan keras agar aktivitas parkir tanpa izin tidak lagi terjadi, sebab kawasan tersebut bukan zona parkir resmi. 

Bahkan personel gabungan mengangkut puluhan motor pengunjung menggunakan kendaraan operasional milik Dinas Perhubungan dan Satpol PP. 

Penertiban ini sempat diwarnai cekcok. Jukir liar melakukan perlawanan saat petugas menghentikan aksi ilegalnya. 

Perlawanan ini menuai respon emosional dari Direktur Utama Perumda Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali

Ara-akronim namanya mengaku kerap disalahkan atas maraknya parkir liar di Makassar, utamanya di area pusat perbelanjaan tersebut. 

"Hentikan itu, kami capek di buli kiri kanan ujung-ujungnya anda (oknum) dapat duit, ada oknum yang terima tapi kenanya (bully) Dishub dan Perumda Parkir," ucap Ara di lokasi dengan nada tegas. 

Eks Wakil Ketua DPRD Makassar ini juga mempertegas, aktivitas perparkiran di wilayah tersebut ilegal. 

Larangan parkir terpasang jelas di area tersebut namun diabaikan, justru menjadi ladang pendapatan ilegal oleh oknum tertentu. 

"Disini memang jukir liar, kami tidak memungut biaya," ujar Ara. 

Diduga kuat parkir liar ini dibekingi oknum tertentu. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved