Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dinas Kearsipan Kembalikan Makassar Tempo Doeloe di Mal Nipah

Event ini berlangsung selama tiga hari, 27-29 November 2025. Lokasi pameran tepat di depan Azka Store, lantai 2 Mal Nipah. 

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Istimewa
PEMKOT MAKASSAR - Dinas Kearsipan Kota Makassar menghadirkan visual Makassar jaman lampau lewat event bertajuk Makassar Tempo Doeloe dari Arsip menjadi Cerita. Event ini berlangsung selama tiga hari, 27-29. Lokasi pameran tepat di depan Azka Store, lantai 2 Mal Nipah. 

Menurutnya, arsip bukan hanya kumpulan dokumen, tetapi juga cerita perjalanan Makassar yang patut dijaga dan diwariskan.

“Arsip adalah saksi sejarah. Melalui pameran ini, kita belajar mengenali kembali jejak kota, memahami proses pembangunan, dan memetik pelajaran untuk masa depan,” ujarnya.

Dalam laporannya, Fahyuddin menegaskan bahwa Makassar Tempo Doeloe menjadi ruang untuk melihat bagaimana arsip mampu bercerita tentang dinamika kota dari masa ke masa. 

Ia juga menyampaikan bahwa pameran ini diharapkan menjadi langkah awal menuju hadirnya “Wahana Arsip”, termasuk wacana pengembangan Wahana Arsip Maritim yang mencerminkan identitas Makassar sebagai kota pelabuhan.

Lebih jauh, Fahyuddin menambahkan bahwa Dinas Kearsipan menargetkan pada tahun 2026 akan dilakukan percepatan digitalisasi arsip. 

Langkah ini sejalan dengan arahan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, agar pengelolaan arsip semakin modern, transparan, dan mudah diakses oleh semua pihak yang membutuhkan.

Pameran kearsipan ini menampilkan beragam arsip statis yang memudahkan publik memahami perjalanan panjang pemerintahan dan masyarakat. 

Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi media pelestarian khazanah kearsipan yang menjadi memori kolektif warga Makassar.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan prosesi menabur pasir ke papan kaca oleh Aliyah Mustika Ilham sebagai simbol pembukaan resmi pameran. 

Di akhir acara, Pemerintah Kota Makassar juga menyerahkan paket sembako kepada kaum dhuafa sebagai wujud kepedulian sosial.

Dengan terselenggaranya pameran ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya arsip sebagai sumber informasi, penelitian, dan pembentuk identitas kota. 

Arsip bukan hanya untuk disimpan, tetapi juga didayagunakan, dijaga, dan diwariskan bagi generasi selanjutnya. (*) 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved