Headline Tribun Timur
18 Demo Prabowo Batal
18 kelompok mahasiswa batal demo peringatan 1 tahun Prabowo-Gibran. DEMA Saintek UINAM tunda aksi karena kurang massa, akan turun 28 Oktober.
Surat tersebut umumnya disampaikan ke Polres masing-masing, namun bisa juga langsung ke Polda bila aksi berskala besar.
“Kalau disebut minta izin itu kurang tepat. Yang benar adalah memberitahukan,” ujarnya,
Hajat mengungkapkan, kepolisian memantau rencana aksi melalui beberapa sumber, seperti surat pemberitahuan aksi, hasil monitoring terhadap flyer beredar di media sosial, serta hasil konsolidasi di lapangan.
Dari hasil penyelidikan dan monitoring, Polda Sulsel mendapati sekitar 37 rencana aksi dari berbagai elemen, baik mahasiswa maupun organisasi kepemudaan lainnya.
Namun, tidak semuanya berasal dari kalangan mahasiswa. Untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat banyaknya massa di satu titik, kepolisian melakukan mitigasi dan koordinasi di lapangan.
“Dari hasil mitigasi itu, jumlah rencana aksi semula 37 menjadi hanya 18 kegiatan yang benar-benar terlaksana,” ujar Hajat.
1.500 Personel
1.500 personel gabungan TNI-Polri disiagakan di Makassar, Selasa (21/10/2025), pasca aksi unjuk rasa memperingati 1 tahun Prabowo-Gibran.
Personel diterjunkan dari berbagai satuan, di antaranya Sabhara, Intelkam, Polairud, dan Brimob. Polisi juga mendapat bantuan dari Kodam XIV/Hasanuddin.
Ratusan personel TNI-Polri apel pengarahan di bawah Fly Over, perempatan Jl AP Pettarani-Jl Urip Sumoharjo, dipimpin Wakapolrestabes Makassar AKBP Andi Erma Suryono.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin membenarkan adanya penyiagaan personel tersebut. Namun, jumlah disebut berkurang dibanding saat memperingati 1 tahun Prabowo-Gibran.
“Kalau kemarin jumlahnya 2.278 personel, hari ini sekitar 1.500. Setengah dari kemarin,” ujarnya.
Ia menyatakan, pengamanan difokuskan di dua titik berpotensi lokasi aksi, yakni Kantor Gubernur Sulsel dan Kantor Wali Kota Makassar. “Personel sudah diploting di dua lokasi itu,” katanya.
Dalam surat pemberitahuan ke Polrestabes Makassar, massa mengatasnamakan diri Geram (Gerakan Rakyat Menolak PLTSa) menggelar aksi dengan estimasi 300 peserta.
Mereka menolak rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kecamatan Tamalanrea.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-10-22-hl-tribun.jpg)