Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Akhirnya Polda Sulsel Turunkan 1.323 Personel Amankan Demo di Makassar Besok

Akan tetapi, dalam menyampaikan pendapat, para pengunjuk rasa juga harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
Tribun-Timur.com
DEMO MAKASSAR - Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono diwawancara wartawan seusai menghadiri Deklarasi Damai di Makodam XIV Hasanuddin, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu (31/8/2025). (Dok. Grup WhatsApp Satgasus)   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ribuan personel kepolisian dibantu TNI bakal disiagakan mengawal aksi unjuk rasa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin besok.

Hal itu ditegaskan Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono saat menghadiri Deklarasi Damai di Makodam XIV Hasanuddin, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Minggu (31/8/2025).

Deklarasi itu, dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Windiyatno, dan pejabat Forkopimda lainnya.

Selain itu hadir juga sejumlah perwakilan organisasi kepemudaan dan masyarakat.

Irjen Pol Rusdi Hartono mengaku telah memonitor rencana unjuk rasa di awal pekan September, besok.

Menurutnya, aksi unjuk rasa berupa penyampaian pendapat di muka umum dilindungi undang-undang.

Akan tetapi, dalam menyampaikan pendapat, para pengunjuk rasa juga harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku.

"Silahkan berekspresi, silahkan menyampaikan pendapat tetapi jangan melanggar aturan. Hargai juga hak-hak daripada masyarakat yang lain," ujar Rusdi di hadap wartawan.

Olehnya itu, untuk mengawal jalannya penyampaian pendapat atau unjuk rasa tersebut, pihaknya mengaku telah menyiapkan ribuan personel.

"Dari Polri sendiri itu kita akan menurunkan 1.323 personel. Itu kekuatan khusus Kota Makassar dari Polrestabes Makassar yang akan diback-up oleh Polda Sulawesi Selatan," ujarnya.

Selain itu, lanjut Rusdi, pengamanan juga nantinya akan diback-up oleh Kodam XIV Hasanuddin.

"InsyAllah hari-hari kedepan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, damai selalu," ucapnya.

Saat ditanya wartawan terkait alasan tidak adanya polisi yang mengawal unjuk rasa pada Jumat (29/8/2025) malam, mantan Kapolda Jambi ini, enggan berkomentar banyak.

"Semua ada, kita ada, dan kami diback-up oleh pangdam," singkatnya.

Begitu juga saat ditanya wartawan terkait langkah yang akan diambil terkait kerusuhan mengakibatkan dua gedung DPRD di Kota Makassar, terbakar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved