Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

infografis: Demo Besar-besaran, Tiga Kantor Dibakar di Makassar

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), meminta semua pihak untuk menahan diri.

|
Editor: Sudirman
Ist
DPRD - Suasana kantor DPRD Sulsel. DPRD Sulsel mengagendakan rapat paripurna APBD Perubahan 1 September 2025. 

TRIBUN-TIMUR.COM  - Demonstrasi gabungan ojek online (Ojol) dan mahasiswa berakhir ricuh. Massa membakar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar,
DPRD Sulsel, dan Kejaksaan Tinggi.

Beberapa orang terluka bahkan dikabar meninggal dunia karena melompat dari gedung DPRD Makassar.

Massa baru bisa terkendali setelah pasukan TNI turun hingga tengah malam.

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), meminta semua pihak untuk menahan diri.

Ia menyampaikan sejumlah pesan kebangsaan serta mengajak semua pihak menahan diri agar situasi tetap aman dan terkendali.

JK juga memberi pesan khusus kepada pejabat dan wakil rakyat agar menahan diri serta berhati-hati dalam berbicara. 

“Ini pelajaran besar. Para pejabat dan anggota DPR jangan asal bicara yang bisa menghina dan menyakiti hati masyarakat,” imbau JK.

Demonstrasi Makassar menyusul meninggalnya Affan Kurniawan, driver online yang tewas dalam insiden unjuk rasa di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis
(28/8/2025) malam.

lihat fotoDEMO - Tiga kantor dibakar di Makassar saat unjuk rasa Kamis (29/8/2025). Ketiga gedung itu ialah DPRD Sulsel, DPRD Makassar, dan Kejati.
DEMO - Tiga kantor dibakar di Makassar saat unjuk rasa Kamis (29/8/2025). Ketiga gedung itu ialah DPRD Sulsel, DPRD Makassar, dan Kejati.

Ratusan mahasiswa berunjuk rasa di depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Jumat (29/8/2025) sore.

Mereka mengecam meninggalnya driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21) yang dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta, Kamis malam.

Massa aksi membakar ban dan memasang dua truk kontainer sebagai panggung orasi.

Akibatnya, arus lalu lintas di Jalan AP Pettarani lumpuh total.

Hanya sepeda motor yang bisa melintas melalui celah barikade massa.

“Apa yang dialami saudara kita Affan sangatlah sadis. Affan meninggal ditabrak mobil Brimob yang dibeli dari pajak rakyat,” teriak orator aksi dari atas kontainer.

Mahasiswa juga membentangkan spanduk bertuliskan, “Menuju Reformasi Jilid 2, Rakyat Bersatu.”

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved