Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

DPRD Makassar Dibakar

Abay Staf Humas DPRD Makassar Gugur saat Selamatkan Rekannya, Dimakamkan di Samping Sang Ayah

Almarhum dimakamkan di Pekuburan Dangko, tidak jauh dari rumah duka di Jl Balang Baru 2, Kelurahan Balang Baru

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM / EMBA
DPRD DIBAKAR - Suasana pemakaman jenazah almarhum staf Humas dan Protokol DPRD Kota Makassar, Muh Akbar Basri (26) di Pekuburan Dangko, tidak jauh dari rumah duka Jl Balang Baru 2, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (30/8/2025) Sore.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ratusan pelayat mengantar jenazah almarhum Muh Akbar Basri (26) staf Humas dan Protokol DPRD Kota Makassar, ke peristirahatan terakhir, Sabtu (30/8/2025).

Muh Akbar Basri alias Abay, adalah satu dari tiga korban meninggal dunia akibat pembakaran gedung DPRD Kota Makassar, Jumat malam.

Almarhum dimakamkan di Pekuburan Dangko, tidak jauh dari rumah duka di Jl Balang Baru 2, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Ishak tangis ibu dan kakak-kakak almarhum tak terbendung di rumah duka hingga ke lokasi pemakaman.

Abay dimakamkan tepat di samping makam mendiang ayahnya, Basri Syarif.

Baca juga: DPRD Makassar-Sulsel Dibakar, Ketua HMI Sulsel: Mana Aparat?

Saat kakak Abay, Muhammad Zulkarnain Basri, melantunkan adzan di hadapan makam, suaranya terisak sedih.

Begitu juga saat ia mewakili keluarga menyampaikan sosok almarhum di hadapan pelayat.

"Jika semasa hidup adinda kami ada kesalahan atau ucapan yang menyakiti, mohon dimaafkan," ucapnya lirih.

Abay kata Zul, sudah delapan tahun terakhir mengabdikan diri di DPRD Kota Makassar.

Dihampiri setelah proses pemakaman, Zulkarnain mengaku tidak menyangka adik bungsunya itu, akan pergi selama-lamanya saat menjalankan tugas.

"Jadi kami dari pihak keluarga betul betul sudah mengikhlaskan atas apa yang terjadi pada adinda kami," ucap Zulkarnain.

"Dan untuk kedepannya buat teman-teman mahasiswa ataukah masyarakat yang ikut berdemo mohon kiranya tidak sampai terjadi kayak gini," sambungnya.

Meski demikian, ia menyesalkan apa yang dialami Abay.

Menurutnya, Abay sebagai seorang staf bukanlah pengambil kebijakan di DPRD Kota Makassar.

"Jadi buat teman-teman yang diluar sana mohon dipikirkan lagi kedepannya bahwasanya tindakan tindakan yang seperti tadi malam itu sungguh membunuh hati yang ada di sekitaran kejadian tersebut," sebutnya.

Teman sejawat Abay di DPRD Kota Makassar, Muh Triadi Danial (28) mengatakan, almarhum terjebak di lantai dua bagian Humas.

"Terjebak di bagian Humas lantai 2," ujar Muh Triadi Danial (28) ditemui di rumah duka.

Sebelum terjebak, Abay sempat mengevakuasi staf lain keluar dari dalam gedung.

Hanya saja, setelah berhasil ke luar, Abay kembali ke lantai dua dengan niat menyelamatkan Staf Fraksi PDIP DPRD Kota Makassar, Sharinawati.

Namun nahas, niatnya menolong justru membuatnya terjebak dan tidak lagi dapat keluar dari dalam gedung.

"Jadi, infonya sempat selamat ke bawah di lantai dasar saat evakuasi teman-teman lain. Cuman naik lagi, evakuasi yang lain, termasuk itu korban perempuan (Sahrinawati)," ungkap Triadi.

"Pas naik, mau selamatkan ini korban perempuan, di situmi juga terjebak," lanjutnya.

Dalam peristiwa itu, Abay dan Syahrinawati dinyatakan meninggal dunia.

Di mata Triadi, yang bekerja di staf bagian umum DPRD Kota Makassar, mengenal Abay sebagai sosok yang baik.

"Baik orangnya, low profile, humble. Ini terbukti dengan banyaknya pelayat yang datang," ucapnya.

Hal serupa diungkapkan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari melayat di rumah duka Muh Akbar Basri.

Mantan Ketua DPRD Sulsel ini, mengaku sengaja menyempatkan diri melayat, karena turut merasa kehilangan atas wafatnya Abay sapaan Muh Akbar Basri.

Ia berbaur dengan ratusan pelayat lainnya yang memadati rumah duka.

"Abay itu orang baik, saya pernah sama-sama temani bapak (suami) ke luar daerah. Beliau kan humasnya DPR, di situ saya kenal dengan beliau," kata Andi Ina.

Ia mengaku, mengenal sosok Abay sebagai pribadi yang baik dan ramah.

"Almarhum Abay baik sama semua orang soal di DPR dia yang urusin, dia betul-betul foto-fotonya luar biasa, biarpun capek, tetap semangat dia memfoto orang. InsyaAllah husnul khotimah adek Abay," imbuhnya.

Politisi Golkar itu, mengaku mendengar kabar Abay meninggal dunia saat dirinya sementara di Ternate.

Olehnya itu, dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Andi Ina langsung bergegas ke rumah duka.

"Tadi malam, saya kebetulan di Ternate dan saya ini baru balik dari Ternate, ada kegiatan di sana. Makanya dari bandar langsung ke sini (rumah duka)," sebutnya.

Selaku mantan Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina mengaku sangat menyesalkan aksi pembakaran dua gedung DPRD di Kota Makassar.

 

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved