Komisioner KPU Luwu Sebut Jerman Kini Datang dengan Misi Pembalasan
ia menilai perjalanan Jerman menuju Piala Dunia 2026 memiliki kemiripan dengan kisah kebangkitan mereka sebelum menjadi juara dunia pada 2014.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Waode Nurmin
Kini, lebih dari satu dekade setelah mengangkat trofi di Maracana, Jerman kembali berada pada titik yang mirip.
Generasi juara dunia 2014 telah berganti.
Sebagai gantinya, hadir nama-nama seperti Jamal Musiala, Florian Wirtz, Kai Havertz, hingga Joshua Kimmich yang menjadi tulang punggung baru Der Panzer.
Namun menurut Harianto, generasi saat ini memiliki tantangan berbeda.
Dua kegagalan beruntun di Piala Dunia 2018 dan 2022 menjadi luka besar bagi bangsa sepak bola yang terbiasa melangkah jauh di turnamen besar.
Tersingkir di fase grup dalam dua edisi Piala Dunia berturut-turut dianggap bukan sekadar kegagalan teknis, melainkan krisis identitas.
"Bagi negara seperti Jerman, kegagalan itu bukan hanya statistik. Mereka dipaksa bertanya apakah masih menjadi Jerman yang dulu," katanya.
Justru karena alasan itu, Harianto melihat Jerman sebagai tim yang berpotensi memberikan kejutan.
Menurutnya, sejarah menunjukkan Der Panzer sering kali tampil paling berbahaya saat mulai diragukan.
"Mereka jarang menakutkan ketika dipuji. Jerman justru berbahaya ketika diragukan," akunya.
Ia menilai banyak orang saat ini terlalu fokus membicarakan kualitas individu pemain muda seperti Musiala atau Wirtz.
Padahal dalam turnamen besar, faktor karakter sering kali lebih menentukan dibanding sekadar bakat.
Harianto meyakini karakter tersebut sedang dibangun oleh generasi baru Jerman.
Karakter yang lahir dari kegagalan, tekanan, dan tuntutan untuk mengembalikan nama besar Der Panzer ke papan atas sepak bola dunia.
Karena itu, ketika diminta memilih tim unggulan di Piala Dunia 2026, Harianto tidak ragu menyebut Jerman.
| Jersey Argentina Jadi Incaran Remaja Sidrap |
|
|---|
| Efek Piala Dunia 2026, Penjualan TV dan Parabola di Sidrap Melonjak |
|
|---|
| Promo Piala Dunia, Bosowa Berlian Motor Beri DP Mulai 10 Persen |
|
|---|
| Jelang Piala Dunia 2026, Penjualan TV Digital di Takalar Meningkat, Warga Berburu Layar Lebar |
|
|---|
| Jelang Piala Dunia 2026, Pecinta Bola di Takalar Kesulitan Cari Jersey Tim Nasional Favorit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Komisoner-KPU-Luwu-Divisi-Data-dan-Informasi-Harianto_762026_.jpg)