Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Luncurkan Program Jaga Desa, Bupati Luwu Perkuat Fordes Matappa Sebagai Wadah Aspirasi 21 Desa

Pemkab Luwu bersama PT MDA merilis Program Jaga Desa guna memperkuat tata kelola pembangunan dan serapan aspirasi masyarakat di 21 desa.

Tayang:
Istimewa/MDA
PROGRAM JAGA DESA - Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag., secara resmi meluncurkan Program Jaga Desa dalam kegiatan Penguatan FORDES Matappa dan Program Jaga Desa yang diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu dan PT Masmindo Dwi Area (MDA), Kamis (4/6/2026). Pemkab Luwu dan MDA juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang penguatan kelembagaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa pada jalur mobilisasi pertambangan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag., secara resmi meluncurkan Program Jaga Desa dalam kegiatan Penguatan FORDES Matappa dan Program Jaga Desa yang diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu dan PT Masmindo Dwi Area (MDA), Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Luwu, Pokja Percepatan Investasi, para Camat, Lurah dan kepala desa, Ketua dan pengurus FORDES Matappa dari 21 desa wilayah operasional, akademisi, calon peserta pelatihan vokasi Disnaker, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang penguatan kelembagaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa pada jalur mobilisasi pertambangan.

Peluncuran Program Jaga Desa menjadi bagian dari upaya memperkuat FORDES Matappa yang sejak November 2025 telah menjadi wadah aspirasi masyarakat desa dalam menyampaikan kebutuhan, harapan, dan usulan pembangunan secara lebih terstruktur.

Melalui forum tersebut, berbagai aspirasi masyarakat berhasil dihimpun dan mulai ditindaklanjuti bersama oleh Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA.

Program Jaga Desa merupakan tindak lanjut dari berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui FORDES Matappa. Program Jaga Desa diimplementasikan melalui tiga pilar gerakan utama:

1. Jaga Stabilitas Desa
Fokus pada penguatan kelembagaan, pelaksanaan Sirampun (rembug warga) berkala, pembentukan Pos Pemantauan Terpadu, program padat karya, penanaman pohon, hingga pemberdayaan Kader Jaga Mobilisasi.

2. Jaga Masa Depan Desa
Menitikberatkan pada penguatan kualitas SDM dan kemandirian ekonomi. Langkah konkretnya dimulai pada Senin, 8 Juni 2026, berupa pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi bagi 90 pemuda-pemudi desa di lima bidang keahlian: Teknisi AC, Mekanik Otomotif, Teknisi Listrik, Asisten Cook, dan Housekeeping.

3. Jaga Keselamatan Desa
MDA bersama Pemerintah Daerah menggandeng Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (Puspena) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) serta BPBD Luwu untuk memperkuat Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) melalui pelatihan kebencanaan, simulasi rutin, penguatan posko tanggap bencana, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi risiko bencana.

Bupati Luwu, H. Patahudding, mengatakan, "FORDES Matappa telah menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat dapat menjadi dasar lahirnya program-program yang bermanfaat bagi desa. Karena itu saya mendukung penguatan forum ini agar perannya semakin besar dalam mengawal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Saya mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kolaborasi ini. Mari kita kawal bersama Program Jaga Desa dan kita dukung investasi yang sedang berjalan agar segera beroperasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Luwu," ujar Patahudding.

Direktur Utama MDA, Trisakti Simorangkir, mengatakan Program Jaga Desa menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus memperbaiki pendekatan dalam menyusun dan menjalankan program pemberdayaan masyarakat.

"Jika sebelumnya banyak program dirancang dari perspektif perusahaan lalu dibawa ke masyarakat, hari ini kami berupaya membalik pendekatan tersebut. Kami memulai dari aspirasi masyarakat terlebih dahulu, kemudian bersama-sama menerjemahkannya menjadi program yang dapat dijalankan. FORDES Matappa membantu kami lebih banyak mendengar sebelum bertindak, memahami lebih dalam sebelum memutuskan, dan menyusun program berdasarkan kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat desa. Program Jaga Desa lahir dari proses itu. Ini bukan program yang disusun perusahaan untuk masyarakat, melainkan program yang tumbuh dari aspirasi masyarakat dan kemudian didukung bersama oleh Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA," kata Trisakti.

Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Muhandas Ulimen, menegaskan bahwa keberhasilan FORDES Matappa dan Program Jaga Desa sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh pihak untuk membangun sinergi dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan bersama.

"Kepentingan umum harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun individu. Kejaksaan siap mengawal dari sisi penegakan hukum dan kepastian hukum guna memastikan investasi di Kabupaten Luwu dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Muhandas Ulimen.

Sementara itu, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu berharap manfaat Program Jaga Desa benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved