Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Luwu

Banjir Rendam 8 Desa di Luwu, 300 Rumah Terdampak, Jalur Trans Sulawesi Macet

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu mencatat sedikitnya delapan desa terdampak.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
BANJIR LAROMPONG - Air Sungai Larompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan meluap ke Dusun Cappie pada Jumat (8/5/2026). Ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Dengan air banjir berwarna kecoklatan, bercampur dengan sedimentasi lumpur. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Banjir melanda Kecamatan Larompong dan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (8/5/2026), merendam ratusan rumah.

Bencana hidrometerelogi itu juga merendam Jalan Trans Sulawesi poros Makassar-Palopo hingga memicu kemacetan panjang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu mencatat sedikitnya delapan desa terdampak.

Sungai Larompong dan Larompong Selatan tak kuat lagi menampung debit air setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Luwu, Karyadi, mengatakan laporan pertama diterima pihaknya sekitar pukul 07.28 Wita.

“Pukul 07.28 menit kami menerima laporan, di Kecamatan Larompong dan Larompong Selatan terjadi banjir,” kata Karyadi kepada Tribun-Timur.com, Jumat (8/5/2026) siang.

Di Kecamatan Larompong, banjir merendam empat desa yakni Desa Riwang, Riwang Selatan, Rantebelu, dan Buntu Matabing.

Sementara di Kecamatan Larompong Selatan, sambung Karyadi, banjir terjadi di Desa Dadeko, Sampano, Temboe, dan Salusana.

“Di Kecamatan Larompong diperkirakan 100 sampai 150 rumah warga terendam. Dan di Larompong Selatan sekitar 150 rumah warga terendam,” ungkapnya.

Tak hanya banjir, cuaca ekstrem juga memicu angin puting beliung di Kelurahan Larompong Selatan.

Kata Karyadi, satu rumah warga mengalami kerusakan sedang setelah diterjang angin kencang.

“Di Kelurahan Larompong Selatan juga terjadi angin puting beliung yang menimpa satu rumah warga. Akibatnya rumah warga tersebut rusak sedang,” bebernya.

Menurutnya, banjir dipicu tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak malam hingga dini hari.

Kondisi cuaca di wilayah terdampak hingga siang hari masih berawan dan berpotensi memicu banjir susulan.

“Penyebab banjir itu karena intensitas hujan yang cukup tinggi sejak semalam hingga pagi dini hari. Dan kondisi cuaca saat ini Larompong dan Larompong Selatan masih berawan. Berpotensi akan adanya banjir susulan. Maka kami minta warga tetap waspada,” jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved