Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Luwu

5 Bendung Rusak di Luwu, Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam

Ribuan hektare sawah di Luwu terancam kering akibat lima bendung rusak pascabanjir. Pemkab berkomitmen perbaiki demi jaga kebutuhan air petani.

Humas Pemkab Luwu
BENDUNG RUSAK – Patahuddin saat meninjau Bendung Komba dan Kaili Hulu, Suli Barat, Senin (14/7/2025). Kepala Dinas PUPR Luwu, Ikhsan Asaad menyebut ditemukan tujuh bendung yang mengalami kerusakan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Ribuan hektare sawah di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, terancam gagal tanam akibat rusaknya sejumlah bendung irigasi.

Kepala Dinas PUPR Luwu, Ikhsan Asaad, menyebut ada tujuh bendung rusak. 

“Sebagian besar rusak karena diterjang banjir, termasuk banjir bandang tahun 2024 lalu,” kata Ikhsan.

Dari total tujuh bendung, lima di antaranya merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu.

Yakni Bendung Komba, Lumaring, Mamara, Salubua, dan Kaili Hulu.

Dua lainnya, Bendung Laranduk dan Lekopini, berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulsel.

"Kerusakan paling umum terjadi pada bangunan utama mercu bendung," jelas Ikhsan saat dikonfirmasi, Selasa (15/7/2025).

Baca juga: Bhara Daksa Rayakan Ulang Tahun Pertama, Lahir di Tengah Banjir Luwu

Kabar baiknya, lanjut Ikhsan, Bendung Mamara telah masuk dalam program percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025.

“Untuk anggarannya kami masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Kementerian PUPR. Besar kemungkinan menggunakan APBN, dan insyaallah bisa mulai dikerjakan tahun ini,” ujarnya.

Saat melakukan pengecekan di Bendung Komba, Kecamatan Larompong, Ikhsan mengatakan warga mengeluhkan tingginya sedimentasi di dasar bendung yang menyebabkan aliran air terhambat.

Salah satu warga, Aswar, menerangkan Bendung Komba di Dusun Garampa rusak akibat banjir pada 2024.

Sekitar 10 meter dinding bendung terbawa arus.

Warga kemudian berinisiatif memperbaiki kerusakan menggunakan alat berat serta tumpukan karung berisi pasir dan batu.

Namun, konstruksi tersebut kurang baik.

Dasar bendung menjadi lebih tinggi sehingga aliran air terhambat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved