Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Banjir Terjang Dua Desa dan Satu Kelurahan di Larompong Luwu, Air Keruh Bercampur Lumpur

Bencana hidrometereologi itu menyusul usai hujan lebat mengguyur sebagian wilayah Luwu.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Muh Sauki
BANJIR LUWU - Air Sungai Larompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan meluap ke Dusun Cappie pada Jumat (8/5/2026). Ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Dengan air banjir berwarna kecoklatan, bercampur dengan sedimentasi lumpur. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Jumat pagi setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sejak malam hingga dini hari. 
  • Luapan Sungai Larompong membuat permukiman, persawahan, dan perkebunan warga di Dusun Cappie, Desa Rantebelu, hingga Desa Riwang terendam lumpur dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa.
  • Kapolsek Larompong, AKP Hasdin, menyebut banjir dipicu intensitas hujan tinggi serta material dari gunung yang tersangkut di Jembatan Keppe.

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Banjir menerjang sejumlah titik di Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (8/5/2026) pagi.

Bencana hidrometereologi itu menyusul usai hujan lebat mengguyur sebagian wilayah Luwu.

Akibatnya, Sungai Larompong meluap hingga ke permukiman warga.

Banjir juga meluber hingga ke area persawahan dan perkebunan warga.

Air banjir berwarna keruh bercampur dengan sedimen lumpur.

Laporan sementara yang diperoleh, khusus Kecamatan Larompong, beberapa titik terendam banjir.

Seperti Dusun Cappie, Desa Rantebelu, dan Desa Riwang.

Baca juga: Buaya Teror Warga Ussu Lutim Pasca Banjir, Bikin Resah

Ketinggian air bervariasi dari betis hingga mencapai paha orang dewasa.

"Sisa 1 meter lagi air juga naik di area Pasar Larompong," jelas salah satu warga Larompong, Wawan, Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 10.33 Wita pagi.

Kapolsek Larompong, AKP Hasdin, menyebut penyebab banjir akibat hujan lebat yang terjadi.

Hujan lebat dimulai dari malam hingga dini hari tadi.

"Intensitas curah hujan dari malam sampai saat ini. Dan dengan adanya matrial yang terbawa arus dari gunung yang tersangkut di jembatan Keppe," bebernya.

Hasdin saat ini masih berada di lokasi banjir untuk melakukan pemantauan.

Terutama di Jl Poros Makassar-Palopo, tepatnya di Desa Rantebelu yang ikut terendam.

"Kita sementara lakukan pengaturan lalu lintas. Banjir setinggi lutut. Untuk mobil berukuran besar, seperti truk, itu bisa lewat, tapi yang mobil empat roda berukuran kecil belum bisa," akunya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved