Bentrok Dua Desa di Walenrang Luwu Dipicu Dendam Lama: Pelajar SMP Meninggal, 4 Korban Dirawat di RS
Dari rekaman video amatir yang beredar, kedua kelompok saling serang menggunakan lemparan batu dan busur.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Bentrok antarwarga Desa Kalibammase dan Baramamase di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Minggu (5/4/2026) dini hari menewaskan satu pelajar.
- Konflik yang diduga dipicu dendam lama ini membuat jalur Trans Sulawesi sempat lumpuh.
- Aparat kepolisian telah dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan mencegah bentrokan susulan.
- Seorang pelajar SMP, Ifwanul Gunawan (16), meninggal dunia akibat luka serius dalam bentrok dua kelompok warga di Walenrang.
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Satu orang meninggal akibat bentrok di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4/2026) dini hari.
Bentrok melibatkan warga Desa Kalibammase dan Desa Baramamase.
Dua desa itu sejatinya bertetangga, jaraknya hanya berkisar 2,1 kilometer. Bisa ditempuh dengan berkendara selama 4 menit.
Pertikaian dua kelompok itu sempat mengakibatkan jalur Trans Sulawesi lumpuh.
Dari rekaman video amatir yang beredar, kedua kelompok saling serang menggunakan lemparan batu dan busur.
Terdengar juga letusan senjata rakitan atau papporo.
Baca juga: Sekolah Terintegrasi Pertama di Sulsel Dibangun di Luwu, Pakai APBN Rp250 Miliar
Kapolsek Walenrang, AKP Abdul Azis, membenarkan bentrok merupakan warga Kalibammase dan Baramamase.
Kata dia, bentrok sudah dimulai sejak Jumat (3/4/2026) malam.
Penyebab bentrok diduga dipicu dendam lama.
"Sebenarnya sudah lama, dipicu hal kecil. Kemudian kedua kelompok ini saling ajak untuk bentrok. Masalah kecil seperti ada satu kubu yang pernah dipukul atau diborongi," bebernya kepada Tribun-Timur.com, Senin (6/4/2026) sekitar pukul 09.38 Wita pagi.
Eskalasi konflik semakin menjadi-jadi karena dua kelompok memanggil rekannya dari luar desa.
"Itulah yang membuat suasana mencekam, tidak terkendali. Apalagi di sana (lokasi bentrok) gelap. Sehingga sulit untuk dilendalikan," jelasnya.
Ia juga sempat menjadi korban lemparan batu setelah berusaha melerai bentrok.
"Bahkan tulang kering ku ini sempat kena batu, tapi alhamdulillah sudah membaik. Kanit Reskrim juga kena. Saya bilang ke anggota, selalu istigfar selama bertugas," akunya.
Otoritas terkait sudah berusaha mencoba mendamaikan kedua kelompok remaja yang salin bertikai ini.
| Havertz Punya Mental Juara, Musiala Penuh Skill, Ketua DPRD Luwu Optimistis Jerman Juara Piala Dunia |
|
|---|
| PSM Makassar Berburu 'Ramang Muda' di Palopo |
|
|---|
| Modus Pencuri Penangkal Petir Tower PLN hinnga Bikin Rugi Rp 234 Juta |
|
|---|
| FORDES Dinilai Jadi Penguat Kolaborasi Pemkab Luwu, Masyarakat, dan Perusahaan |
|
|---|
| Sekolah di Pedalaman Walenrang Barat Luwu Belum Tersentuh Program MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-06-Puluhan-warga-berada-di-Jl-Poros-Trans-Sulawesi.jpg)