Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Adik Sirajuddin Kru Kapal Musaffah II Minta Detail Pencarian dari Perusahaan

Kabar adanya insiden yang dialami Kapal Musaffah 2 yang mengangkut Sirajuddin pertama kali diterima adik kandungnya

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muh. Sauki Maulana
MUSAFFAH 2 - Kolase Sirajuddin warga Desa Temboe, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulsel, merupakan kru Kapal Musaffah 2 milik Abu Dhabi Ports yang alamani insiden ledakan di Selat Hormuz dan adiknya Arif. 

Menurut Arif, di situlah Sirajuddin remaja mendapat pelajaran teknika atau engineer di bidang perkapalan.

"Setelah selesai, kemudian awal pertama kali berlayar itu sekitar tahun 2000-an," ujarnya.

Selain kesukaannya pada sistem permesinan di kapal, Sirajuddin rupanya juga memiliki hobi bermain bola.

Setiap kali cuti dari berlayar, ia tak jarang ikut bermain bola di lapangan yang berada persis di hadapan rumahnya di Desa Temboe.

"Dia hobi main bola di lapangan depan rumah, kalau pulang berlayar pasti ikut main," ungkapnya.

Arif meminta, agar perusahaan dan otoritas terkait tak menyerah dalam menemukan keberadaan kakaknya itu.

"Kami sekarang kita menunggu informasi dari perusahaan terus informasi dari teman-teman pelaut di sana. Keluarga berharap, itu pencarian dulu, itu diutamakan. Harus ada informasi detail dari kantor, bagaimana keadaanya di sana," tandasnya.

Sementara itu, Sri Dewi Aisyah, istri Sirajuddin berusaha menahan tangisnya saat ditemui Tribun-Timur.com.

Sri mengingat, suaminya sebagai sosok ayah yang penyayang dan tumpuan satu-satunya keluarga.

Terutama bagi kedua putrinya Najwa Ajlea dan Azkaira Nur Malaika.

Sri mengingat, suaminya seharusnya tak lama lagi pulang setelah menunaikan tanggung jawab kontraknya di perusahaan.

Sebab suaminya itu terakhir kali pulang ke kampung halaman yaitu sekitar bulan Agustus 2025 lalu.

"Setelah anak besar, dia selalu tanya kapan liburan, berapa hari. Karena dia ingin kumpul. Apalagi anak pertama ini jadi santriwati pesantren yang ada di Pangkep," jelasnya dengan nada lirih.

Kata Sri, pasangannya itu punya kebiasaan untuk melakukan panggilan video call dengan Azkaria Nur Malaika, anak bungsunya yang masih bersekolah di taman kanak-kanak.

"Dia selalu video call sama anaknya yang bungsu. Terakhir hari Kamis lalu telepon. Dia titip pesan, nak kalau mama salat ikut juga salat," ungkapnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved