Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ekonomi Luwu Tumbuh 7,43 Persen pada 2025, Tertinggi dalam 7 Tahun Terakhir

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Luwu mencapai 7,43 persen pada 2025, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Tribun-timur.com/Humas Pemkab Luwu
EKONOMI LUWU - Bupati Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Patahuddin, saat membuka Rapat Koordinasi Tim Perceparan Penurunan Stunting (TPPS) di Ruang Pola Andi Kambo, kompleks perkantoran bupati, Kota Belopa, Senin (10/11/2025). Perekonomian Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mencatatkan performa impresif pada tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Luwu melesat hingga 7,43 persen. 

Ringkasan Berita:
  • Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mencapai 7,43 persen pada 2025, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan peringkat kedua di tingkat provinsi. 
  • PDRB menembus Rp24,69 triliun dengan PDRB per kapita Rp63,45 juta. Sektor pertanian mendominasi struktur ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. 
  • Meski TPT turun menjadi 3,71 persen, tantangan kualitas SDM dan ketergantungan pada sektor agraria masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Perekonomian Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mencatatkan performa impresif pada tahun 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Luwu melesat hingga 7,43 persen.

Sekaligus angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Lompatan ini menempatkan Luwu di peringkat kedua pertumbuhan ekonomi tertinggi di tingkat provinsi.

Hanya terpaut tipis di bawah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Tren positif ini menandai fase pemulihan yang kuat setelah sempat melambat ke angka 4,36 persen pada tahun sebelumnya.

Melihat rekam jejaknya, ekonomi Luwu sempat terhempas ke titik terendah pada masa pandemi tahun 2020 di angka 1,3 persen.

Meski sempat membaik di tahun 2021 6,03 persen, grafik pertumbuhan kembali fluktuatif hingga mencapai titik balik signifikan pada 2025.

Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Luwu atas dasar harga berlaku kini menembus Rp24,69 triliun.

Angka ini diikuti dengan kenaikan kesejahteraan rata-rata penduduk, di mana PDRB per kapita tercatat menyentuh Rp63,45 juta.

Sektor Pertanian Penopang

Struktur ekonomi Luwu masih sangat bergantung pada sektor agraria.

Sektor pertanian tetap menjadi kontributor utama dengan porsi dominan sebesar 50,65 persen.

Sektor lain yang turut menopang adalah perdagangan 11,19 persen serta industri pengolahan 9,22 persen.

Dari sisi pengeluaran, mesin pertumbuhan digerakkan oleh konsumsi rumah tangga yang menyumbang 54,77 persen.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved