Spanduk 'Selamat Datang Provinsi Luwu Raya' Dibentang di Jalur Trans Sulawesi
Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu menggelar aksi di perbatasan Luwu-Wajo. Mereka menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu memblokir jalur Trans Sulawesi di perbatasan Luwu-Wajo, Kamis (15/1/2026).
- Mereka menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya, menilai pembangunan di Sulsel tidak berpihak pada wilayah Luwu.
- Demonstran menegaskan kontribusi besar Luwu Raya terhadap PAD Sulsel, namun merasa tidak mendapat pemerataan pembangunan.
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu meminta berpisah dari Provinsi Sulawesi Selatan.
Orasi itu disampaikan para demonstran di depan gerbang perbatasan Kabupaten Luwu dan Kabupaten Wajo, Jl Poros Makassar-Palopo.
Jaraknya sekitar 36 kilometer dari Kantor Bupati Luwu di Jl Pahlawan, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa.
Butuh waktu 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan untuk bisa tiba di lokasi.
Dari pantauan Tribun-Timur.com, Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu berkisar 30 hingga 40 orang.
Mereka terdiri dari gabungan organisasi mahasiswa, pemuda, serta masyarakat.
Demonstran memasang spanduk seukuran gerbang perbatasan kabupaten.
Di spanduk itu tertulis "Selamat Datang Provinsi Luwu Raya"
Lalu diikuti dengan semboyan Wanua Mappatup Naewai Alena.
Artinya Tana Luwu, negeri yang menghidupi dirinya sendiri.
Jenderal Lapangan Aksi, Rahmat Sharti menerangkan, pembentukan Provinsi Luwu Raya dimulai dari fakta sejarah historis.
Kata dia, aksi ini mejadi reprentasi kekecewaan warga Luwu Raya
Mengingat Presiden Soekarno, menjanjikan daerah istimewa, sebelum Datu Luwu, Andi Djemma memutuskan pergabung ke NKRI medio 1960.
"Aksi ini merupakan aksi untuk membangkitkan spirit perjuangan untuk bersama-sama memperjuangkan tanah Luwu menuju provinsi Luwu raya. Dukungan masyarakat menjadi bukti bahwa tuntutan ini adalah keinginan bersama," bebernya saat berorasi di jalan, Kamis (15/1/2026).
Salah seorang demonstran lain juga mengungkapkan kekecewaan dirinya kepada pemerintah.
| Siapa Layak Dipertahankan? Persija Jakarta Incar Tiga Pemain Bintang PSM Makassar |
|
|---|
| Turun Lagi, Harga Emas Antam Hari Ini di Kota Makassar Rp 2,7 Juta |
|
|---|
| Harga Emas Antam Hari Ini di Kota Makassar Senin 18 Mei 2026 dari 0,5 hingga 1000 gram |
|
|---|
| PKL Terdampak Penertiban di Panakkukang Diarahkan ke Pasar Toddoppuli dan CFD Boulevard |
|
|---|
| Antisipasi Banjir Makassar, Ketua RT RW Siaga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-15-januari-luwe-raya.jpg)