Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Alumni IMMIM Doakan Andi Angga Segera Bebas dari Penahanan Israel

Andi Angga Prasadewa merupakan alumni IMMIM. Ia dicegat saat misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
DOA BERSAMA - Doa bersama untuk Andi Angga Prasadewa saat diskusi bulanan IMMIM - Pemkot Makassar di  Gedung Islamic Centre Makassar, Kamis (21/5/2026). Andi Angga Prasadewa relawan kemanusiaan asal Makassar diculik pasukan Israel. 

Terkait langkah diambil IMMIM, KH Muhammad Ishaq Samad akan berupaya menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk kader IMMIM yang berada di pemerintahan.

“Kami berharap pihak-pihak terkait, baik keluarga besar IMMIM di pemerintahan maupun di mana saja, bisa berusaha memberikan perlindungan,” ucapnya.

Harapan Ibunda Angga

Tangis Sutrawati Kaharuddin (52) pecah saat menceritakan kondisi putranya, Andi Angga Prasadewa (33), yang ditangkap pasukan zionis Israel di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur.

Sutrawati tak kuasa menahan haru saat ditemui di kediamannya di Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Makassar, Senin (19/5/2026) pukul 11.20 WITA.

Dengan suara bergetar dan mata sembab, ia terus memanjatkan doa untuk keselamatan putranya.

Sutrawati berharap pemerintah segera membantu membebaskan Andi Angga yang ikut dalam misi kemanusiaan ke Gaza.

Hingga kini, Sutrawati belum mendapat komunikasi langsung dari pihak pemerintah terkait kondisi Andi Angga.

“Sejauh ini belum, tapi dari Rumah Zakat yang hubungi saya dari awal bahwa ada perwakilan yang dikirim dan kami video call waktu itu bahwa kami akan bertanggung jawab untuk keselamatan kakak Andi Angga. Saya juga berterima kasih sama rumah zakat untuk menyelamatkan anak saya,” kata Sutrawati sambil menangis.

Ia mengaku terus memantau perkembangan kabar putranya sejak video penangkapan para relawan dan jurnalis Indonesia di perairan Mediterania beredar luas di media sosial.

Sutrawati berulang kali memohon doa agar Andi Angga dapat kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat.

“Saya berharap anak saya kembali sehat selamat tanpa kekurangan apa pun. Mohon doakan semua anak saya, pemerintah tolong bantu anak saya, selamatkan anak saya. Anak saya bukan teroris, anak saya itu aktivis kemanusiaan,” ujarnya.

Sutrawati menegaskan putranya berangkat bukan untuk terlibat konflik.

Melainkan membawa misi kemanusiaan membantu warga Gaza yang terdampak perang dan blokade.

“Dia cuma membantu orang yang susah. Terima kasih banyak, mohon doakan semua untuk keselamatan anak saya kembali dengan selamat,” lanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved