Israel Serang Iran
Kader HMI Pertanyakan Solidaritas Dunia Islam Merespon Eskalasi Konflik AS–Israel dan Iran
Serangan terhadap Iran dan kabar gugurnya Ayatollah Ali Khamenei merupakan pukulan besar bagi dunia Islam.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke sejumlah wilayah di Iran sejak 28 Februari 2026.
Serangan udara dan rudal dilaporkan menghantam beberapa titik strategis, termasuk di ibu kota Teheran.
Operasi tersebut masing-masing disebut sebagai Operation Epic Fury oleh Amerika Serikat dan Operation Lion’s Roar oleh Israel.
Di tengah eskalasi tersebut, media Iran melaporkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Kabar itu memicu reaksi luas, baik di dalam negeri Iran maupun dari sejumlah kalangan di berbagai negara.
Situasi di kawasan dilaporkan masih tegang. Hingga kini, aksi saling balas serangan disebut masih terus berlangsung.
Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Muhammad Kasim, menilai eskalasi konflik antara AS–Israel dan Iran menjadi ujian bagi solidaritas negara-negara Islam.
Baca juga: 358 Jemaah Sulsel Sedang Umrah saat Konflik Iran Vs Israel - AS
Menurutnya, serangan terhadap Iran dan kabar gugurnya Ayatollah Ali Khamenei merupakan pukulan besar bagi dunia Islam.
“Dunia Islam hari ini berduka. Bukan hanya karena serangan terhadap Iran, tetapi juga karena sikap sebagian negara Islam yang cenderung diam,” ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Senin (2/3/2026).
Muhammad Kasim menilai solidaritas negara-negara Islam belum terlihat kuat dalam merespons perkembangan tersebut.
“Kita masih melihat respons yang belum tegas. Ini menjadi pertanyaan besar, apakah dunia Islam akan tetap membisu atau menunjukkan sikap yang jelas,” katanya.
Mantan Ketua HMI Takalar itu juga mengutip pernyataan pendiri Republik Islam Iran, Ruhollah Khomeini, yang pernah menyatakan dukungan terhadap kaum tertindas di seluruh dunia.
“Semangat mendukung kaum tertindas itu seharusnya menjadi refleksi bersama bagi negara-negara Islam hari ini,” tambahnya.
Ia turut menyoroti dinamika geopolitik yang berkembang, termasuk adanya dukungan dari sejumlah negara non-Muslim terhadap Iran dalam percaturan politik internasional.
Menurutnya, negara-negara Islam seharusnya memiliki poros sendiri dalam menghadapi dinamika global.
Muhammad Kasim berharap pemerintah Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif serta mendorong upaya diplomasi guna meredakan ketegangan yang terjadi.(*)
| Harga Kantong Plastik di Makassar Naik Imbas Konflik Timur Tengah, UMKM Terdampak |
|
|---|
| Amerika Rugi Rp 470 Triliun Selama 18 Hari Perang Vs Iran, Bisa Biayai Setahun MBG di Indonesia |
|
|---|
| Harga Minyak Dunia Diprediksi Naik Imbas Israel Serang Iran, Legislator Bone: Waspada Penimbunan BBM |
|
|---|
| Kadin Sulsel Minta Pengusaha Tidak Panik Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah |
|
|---|
| Apa Dampak Perang AS dan Israel Lawan Iran ke Indonesia? Harga Minyak Naik hingga Rupiah Ambrol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260302-Kader-HMI-Muhammad-Kasim.jpg)