Pemilihan Ketua RT RW
LSKP Temukan Banyak TPS Terlambat Dibuka dan Warga Tak Masuk DPT Pemilihan Ketua RT di Makassar
Koordinator Pemantau LSKP, Alfiana, mengatakan pelaksanaan pemungutan suara menunjukkan banyak ketidaksiapan panitia pemilihan.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Alfian
Ringkasan Berita:
- Pemantauan dilakukan Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) di 15 kecamatan dengan melibatkan 129 relawan yang tersebar di seluruh wilayah kota.
- Pemantauan ini turut didukung tiga lembaga mitra, yakni Center for Peace, Conflict and Democracy (CPCD) Unhas, Aliansi Perdamaian, dan LIMITRI.
TRIUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelaksanaan pemilihan Ketua RT/RW serentak di Kota Makassar dinilai jauh dari kata siap.
Dimana, Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) mengungkap hasil pemantauan pelaksanaan pemilihan Ketua RT/RW serentak di Kota Makassar, Rabu (3/12/2025).
Pemantauan dilakukan di 15 kecamatan dengan melibatkan 129 relawan yang tersebar di seluruh wilayah kota.
Pemantauan ini turut didukung tiga lembaga mitra, yakni Center for Peace, Conflict and Democracy (CPCD) Unhas, Aliansi Perdamaian, dan LIMITRI.
Banyak Tempat Pemungutan Suara (TPS) Terlambat sehingga dinilai belum siap.
Koordinator Pemantau LSKP, Alfiana, mengatakan pelaksanaan pemungutan suara menunjukkan banyak ketidaksiapan panitia pemilihan, baik di tingkat kecamatan, kelurahan, maupun RW.
“Banyak TPS mengalami keterlambatan logistik. Ini menunjukkan kegagalan yang terstruktur, sistematis, dan masif,” katanya, Kamis (4/12/2025).
Baca juga: Calon Tunggal atau Tanpa Pendaftar, 630 Ketua RT Makassar Aklamasi
Ia menyebut contoh keterlambatan ekstrem, seperti TPS di Balang Baru, Kecamatan Tamalate, yang baru memulai pemilihan pukul 13.00.
Bahkan ada TPS yang baru menerima surat suara pukul 16.00 sehingga pemungutan baru dimulai sore hari.
Tak hanya itu, LSKP juga menyoroti banyaknya warga tak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), salah satunya di TPS 02 Tamalanrea Indah, di mana banyak warga asli justru tidak masuk DPT.
Baca juga: Menang Pemilihan Ketua RT di Minasa Upa Makassar, Buruh Harian Janjikan Wifi Gratis
Situasi serupa juga ditemukan di Kecamatan Rappocini.
Warga lama yang tercatat dalam KK hingga sebelumnya masuk DPT Pemilu, justru tak tercantum di pemilihan RT/RW.
Sebaliknya, terdapat warga non-domisili yang justru masuk DPT.
Hal itu membuat banyak warga akhirnya golput karena tidak punya undangan dan tidak masuk DPT.
| Munafri Sampaikan Pesan Damai Pasca Pemilihan RT: Tidak Ada Lagi Kubu, Semua Warga Kita |
|
|---|
| Menang Pemilihan Ketua RT di Minasa Upa Makassar, Buruh Harian Janjikan Wifi Gratis |
|
|---|
| Daftar Pemenang Pemilihan Ketua RT di Kelurahan Daya, 23 Calon Tanpa Lawan |
|
|---|
| Sosok Personel Polda Sulsel Kalahkan Emak-Emak di Pemilihan RT Makassar |
|
|---|
| Sosok Irwansyah Hendartin, Intel Polda Sulsel Terpilih Jabat Ketua RT 01 Laikang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251203-pemilihan-RT-di-RW-09-Kelurahan-Minasa-Upa.jpg)