Rumah BUMN Makassar, Denyut Nadi Kebangkitan Ekonomi dan Asa yang Tak Pernah Padam Bina UMKM
Rumah BUMN Makassar bukanlah sekadar ruang pelatihan namun ekosistem yang bernapas yang fokus pada dua hal fundamental pelatihan dan digitalisasi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bagi ribuan pelaku usaha kecil di Makassar, sebuah bangunan tak sekadar menjadi tempat berteduh, melainkan rahim bagi lahirnya harapan-harapan baru.
Sejak tahun 2017, Rumah BUMN Makassar mitra PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah menjelma menjadi kawah candradimuka. Di tempat inilah, mimpi-mimpi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ditempa, dirawat, dan dibesarkan hingga siap menantang dunia.
Dengan rekam jejak membina lebih dari 6.000 UMKM, Rumah BUMN Makassar yang terletak di Jl Dr Ratulangi Kelurahan Mangkura, Kecamatan Mariso Kota Makassar, bukanlah sekadar ruang pelatihan biasa. Ini adalah ekosistem yang bernapas. Koordinator Rumah BUMN Makassar, Ayu Anisela, menuturkan bahwa denyut nadi fasilitas ini difokuskan pada dua hal fundamental: pelatihan komprehensif dan digitalisasi.
"Hasilnya sangat nyata. Binaan kita, terutama dari sektor fashion serta Food and Beverage (F&B), banyak yang sudah menjuarai perlombaan tingkat nasional. Bahkan, tak sedikit yang kini sukses berdiri mandiri dan membuka toko fisik mereka sendiri," ungkap Ayu dengan sorot mata bangga, Selasa (6/5).
Brinkubator, Peta Jalan Menuju Kelas Dunia
Di dapur inkubasi ini, Rumah BUMN memiliki sebuah resep andalan bernama Brinkubator. Program tahunan yang bergulir sejak 2023 ini dirancang seperti sebuah anak tangga pendakian yang sistematis bagi 200 pelaku usaha terpilih dari sektor Fashion, F&B, dan Home Decor.
Ayu, yang juga menjadi leader project, merancang peta jalan ini dengan sangat detail. Pada pijakan pertama, Brinkubator Lokal, UMKM diajak membongkar pola pikir (mindset) bisnis dan menata manajemen keuangan dasar.
Bagi mereka yang menjadi kampiun di tingkat lokal pada Agustus atau September nanti, Rumah BUMN tak segan menyuntikkan modal tunai Rp5 juta untuk juara pertama, Rp3,5 juta untuk juara kedua, dan di atas Rp1 juta untuk juara ketiga.
Anak tangga selanjutnya adalah Brinkubator Nasional yang memaksa pelaku usaha melek digitalisasi melalui optimalisasi media sosial dan toko daring. Puncaknya berada di singgasana Brilliant Preneur, panggung eksklusif bagi UMKM bermarkas mapan yang bersiap melepas sauh menuju pasar ekspor.
Kesaksian dari Dapur Vinlandak, Menolak Menyerah
Keberhasilan kurikulum Rumah BUMN Makassar ini bukanlah sekadar klaim di atas kertas. Untuk melihat denyut kehidupan nyata dari program ini, kita bisa menengok jejak langkah Dimitri Eka Mariana, pemilik kuliner Vinlandak.
Pada akhir tahun 2023, usaha yang dirintis Dimitri sejak 2020 ini nyaris karam. Tiga tahun dihantam badai ketidakpastian pasar membuat rasa lelahnya menumpuk. Ia hampir menutup usahanya untuk selamanya. Namun, ajakan seorang rekan membawanya melangkah masuk ke pintu Rumah BUMN Makassar. Di situlah, transformasi besar terjadi.
Rumah BUMN tidak hanya memberinya teori, tetapi merangkulnya untuk bangkit. "Dalam pembinaan, saya benar-benar dibantu secara menyeluruh; mulai dari manajemen, pemasaran, pengemasan, hingga akhirnya mendapatkan sertifikasi halal," kenang Dimitri.
Sentuhan Rumah BUMN mengubah segalanya. Sistem scoring usaha yang diterapkan berhasil memetakan kelemahan dan potensi Vinlandak. Hasilnya? Ibu satu anak yang tadinya gemetar berbicara di depan publik ini kini bertransformasi menjadi pengusaha tangguh yang percaya diri. Produknya yang dulu hanya mengandalkan sistem pre-order ala kadarnya, kini melenggang gagah di etalase toko-toko besar dan hotel berbintang, bahkan membawanya ke berbagai panggung pameran nasional.
"Kini saya tahu, keterpurukan kemarin bukanlah akhir, tapi pintu menuju transformasi yang lebih besar," tambah Dimitri, menjadi saksi hidup bagaimana Rumah BUMN menyelamatkan potensi ekonomi lokal dari ancaman gulung tikar.
| PSM Makassar vs Arema FC, Tantangan Juku Eja Menang Clean Sheet |
|
|---|
| Harga Aspal di Sulsel Naik Lebih 50 Persen, Proyek Jalan Terancam Molor |
|
|---|
| ART di Makassar Lawan Perampok Bersenjata Badik: Tendang Pelaku dan Kejar hingga Loncat Pagar |
|
|---|
| Long Weekend Mei, Hotel Santika Makassar Hadirkan Paket Staycation Hemat |
|
|---|
| Mencekam! Geng Motor di Makassar Kini Pakai Pistol, Warga Langgau Diteror saat Subuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260506_DWN_Rumah_BUMN_Makassar.jpg)