Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Kartini 2026

Diskusi AJI Makassar: Jurnalis Perempuan Hadapi Tekanan Berlapis, Perlu Ruang Aman di Redaksi

Hari Kartini, AJI Makassar buka ruang percakapan reflektif tentang tekanan mental jurnalis perempuan.

Tribun-timur.com/AJI MAKASSAR
AJI MAKASSAR - Peserta diskusi publik “Di Balik Deadline: Kondisi Jurnalis Perempuan, Tekanan Mental, dan Ruang Aman di Redaksi”. Diskusi bertepatan dengan Hari Kartini ini sukses mengupas pengalaman, tantangan, serta upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan suportif bagi jurnalis perempuan di Sekretariat AJI Makassar, Jl Toddopuli 10 Nomor 24 dan Virtual (Zoom Meeting), Selasa (21/4/2025) 18.30 Wita - selesai.  

Salah satu teknik sederhana yang ia sarankan adalah grounding. 

Caranya dengan mencari ruang aman, menutup mata, melakukan relaksasi pernapasan pelan-pelan, merasakan hembusan napas, serta menyadari emosi yang sedang dialami. 

“Tujuannya supaya kita bisa tahu cara mengatasi stres,” jelasnya.

Icha juga membedakan antara mengelola dan mengatasi stres. Tidur, misalnya, hanya mengelola efek negatif stres, bukan mengatasi sumber masalah. 

“Kalau kita stres karena deadline, tidur membuat perasaan lebih enak, tapi deadline tetap ada. Jadi harus dihadapi,” katanya.

Ia menekankan pentingnya self-care. “Self-care bukan sekadar skincare. Self-care adalah bagaimana kita mengelola diri, menenangkan pikiran, dan mencari cara agar tetap berfungsi dengan baik,” pungkasnya.

Aktualisasi Diri

Icha menjelaskan, aktualisasi diri jurnalis perempuan sebaiknya dilakukan dengan tenang dan membuktikan kemampuan terlebih dahulu, bukan dengan perlawanan atau banyak bicara.

Ia menekankan, setiap orang yang ingin menjalani hidup sesuai keinginannya harus siap menghadapi konsekuensi berupa komentar dan pertanyaan dari lingkungan sekitar.

“Jika kita mau menjalani hidup yang kita inginkan, apakah kita siap menanggung konsekuensi dari orang sekitar. Karena pasti akan banyak pertanyaan, akan selalu komentar. Jika ada orang yang tidak signifikan dengan kehidupan kita, bangun tembok. Jangan sampai mengganggu psikologis kita,” katanya.  (SUKMAWATI IBRAHIM)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved