Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rajut Silaturahmi, Pemuda Muhammadiyah Makassar Siapkan Liga Ramadan Minisoccer

Fauzan mengatakan bahwa Liga Ramadan merupakan ikhtiar untuk menghidupkan kembali memori historis Muhammadiyah dalam dunia sepakbola

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com
LIGA RAMADAN - Pemuda Muhammadiyah Makassar mengisi waktu luang ramadan dengan menggelar liga fun minisoccer untuk merekatkan silaturahmi. 

“Kami ingin menunjukkan bahwa dakwah itu bisa hadir dalam bentuk yang menggembirakan. Anak muda datang ke lapangan, bertanding dengan sportif, lalu berbuka puasa bersama. Ada ukhuwah, ada nilai, ada ruang dialog,” ujar Syahban. 

Ia menilai, dalam konteks kota besar seperti Makassar, ruang-ruang perjumpaan lintas komunitas sangat penting.

Sepakbola menjadi bahasa universal yang mampu mempertemukan kader Pemuda Muhammadiyah, simpatisan, hingga komunitas umum dalam suasana yang setara.

“Ramadan adalah bulan pembinaan. Sepakbola adalah medium. Kami ingin membangun generasi muda yang kuat fisiknya, sehat mentalnya, dan terjaga akhlaknya,” kata Dosen Unismuh Makassar itu. 

Syahban juga menekankan bahwa kompetisi ini sengaja dibatasi hanya delapan tim agar pengelolaan lebih fokus dan kualitas pertandingan terjaga. 

Biaya partisipasi sebesar Rp600.000 per tim dinilai sebagai bentuk komitmen, bukan komersialisasi.

“Ini untuk operasional lapangan dan perangkat pertandingan. Kami ingin tata kelola yang profesional, tetapi tetap sederhana dan akuntabel,” ujar Syahban.

Sportivitas sebagai Nilai Utama

Panitia juga menjadwalkan technical meeting beberapa hari sebelum turnamen dimulai. Dalam pertemuan itu, seluruh tim akan menandatangani komitmen menaati regulasi dan menjaga sportivitas.

“Bagi kami, kemenangan bukan tujuan utama. Yang utama adalah bagaimana anak-anak muda belajar menghormati lawan, menerima kekalahan dengan lapang, dan tidak terpancing emosi,” kata Syahban.

Ia berharap, ke depan, Liga Ramadan dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memperkuat jejaring internal, tetapi juga membuka kolaborasi sosial yang lebih luas, misalnya dengan program filantropi atau pembinaan usia dini.

Turnamen serupa pernah digelar Pemuda Muhammadiyah Makassar tahun lalu.

Liga Ramadan Vol. II, adalah upaya menghidupkan kembali narasi lama Muhammadiyah, olahraga dapat menjadi ruang dakwah, wahana pembinaan akhlak, dan medium kerja-kerja sosial yang membumi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved