Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rajut Silaturahmi, Pemuda Muhammadiyah Makassar Siapkan Liga Ramadan Minisoccer

Fauzan mengatakan bahwa Liga Ramadan merupakan ikhtiar untuk menghidupkan kembali memori historis Muhammadiyah dalam dunia sepakbola

Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com
LIGA RAMADAN - Pemuda Muhammadiyah Makassar mengisi waktu luang ramadan dengan menggelar liga fun minisoccer untuk merekatkan silaturahmi. 

Ringkasan Berita:
  • Pemuda Muhammadiyah Makassar memilih menjadikan mini soccer sebagai ruang pembinaan karakter dan dakwah kultural
  • Liga yang berlangsung setiap sore menjelang berbuka itu dirancang bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga silaturahmi dan refleksi Ramadan

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Di tengah riuh kompetisi sepakbola nasional dan komersialisasi olahraga yang kian menguat, Pemuda Muhammadiyah Makassar memilih menjadikan mini soccer sebagai ruang pembinaan karakter dan dakwah kultural.

Melalui Liga Ramadan Vol. II, yang akan digelar pada 13–15 Maret 2026 di Lapangan Satria Mini Soccer 81, Sungguminasa, Gowa, organisasi kepemudaan ini menegaskan olahraga bukan sekadar pertandingan, melainkan juga perjumpaan nilai.

Liga yang berlangsung setiap sore menjelang berbuka itu dirancang bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga silaturahmi dan refleksi Ramadan.

Pertandingan dimulai pukul 15.30 Wita hingga waktu berbuka, lalu dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar, Muhammad Fauzan, mengatakan bahwa Liga Ramadan merupakan ikhtiar untuk menghidupkan kembali memori historis Muhammadiyah dalam dunia sepakbola.

“Pemuda Muhammadiyah tidak memisahkan olahraga dari misi pembinaan. Turnamen ini bukan hanya untuk bermain bola, tetapi untuk membentuk karakter, melatih disiplin, dan menumbuhkan semangat persatuan,” ujar Fauzan kepada wartawan, Jumat, 27 Februari 2026.

Menurutnya, di masa kolonial, sepakbola menjadi medium konsolidasi identitas pribumi.

Muhammadiyah membaca olahraga sebagai ruang strategis untuk membangun generasi muda yang sehat secara fisik, matang secara mental, dan kokoh dalam nilai.

“Kalau kita membaca sejarah, bahkan pertandingan persahabatan Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan di Yogyakarta, pernah menjadi sarana penggalangan dana untuk pelayanan kesehatan PKU. Artinya, sejak awal sepakbola Muhammadiyah sudah menyatu dengan filantropi,” katanya.

Secara nasional, jejak Muhammadiyah dalam sepakbola tercatat sejak awal berdirinya PSSI yang melibatkan tokoh-tokoh Muhammadiyah. Di berbagai daerah, klub-klub yang berafiliasi dengan Hizbul Wathan juga terus bertahan dan berkompetisi.

Bagi Fauzan, kesadaran historis ini penting agar generasi muda tidak terlepas dari akar gerakan.

“Kami ingin anak-anak muda tahu bahwa sepakbola dan Muhammadiyah punya sejarah panjang. Ini bukan sesuatu yang baru. Kita hanya menyambung mata rantai,” ujarnya.

Menghidupkan Dakwah yang Menggembirakan

Ketua Bidang Olahraga Pemuda Muhammadiyah Makassar, Syahban Nur, menambahkan, Liga Ramadan tidak semata-mata agenda olahraga rutin, tetapi bagian dari strategi dakwah yang lebih luas.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved