Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Diskusi Publik

Psikolog Unhas: Burnout Mahasiswa Bisa Berujung Stres hingga Depresi

Fenomena silent burnout penting untuk dikaji bersama karena angka kejadiannya cukup tinggi di Indonesia. 

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Alfian
Tribun-timur.com/Rudi Salam
SILENT BURNOUT - Dosen Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Tenri Pada Rustham, S.Psi., MA., M.Psi.Psikolog, dalam diskusi publik di kantor Tribun Timur, Jalan Cendrawasih No 430, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (21/5/2026). Andi Tenri dalam diskusi itu menyoroti fenomena silent burnout di kalangan mahasiswa yang dinilai dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental apabila tidak ditangani dengan baik. 

Spektrum kedua yang disorotnya adalah sinisme dan depersonalisasi. 

Menurutnya, mahasiswa yang mengalami burnout cenderung merasa terasing, kehilangan minat, hingga memandang tugas akademik sebagai beban.

“Karena terlalu banyak tantangan, terlalu banyak tuntutan barangkali, masalah, sehingga menjadi seperti kondisi saat ini,” katanya.

Selain itu, ia juga menjelaskan adanya penurunan efikasi diri pada mahasiswa yang mengalami burnout. 

Kondisi tersebut membuat mahasiswa merasa usaha keras yang dilakukan tidak lagi membuahkan hasil dan mulai meragukan kemampuan dirinya sendiri.

“Kadang mahasiswa itu ketika sudah di dalam kondisi burnout, dia tidak menyadari dengan sendirinya dia langsung bisa berkata, ‘Sudahlah, masa bodo aja lah dengan tugas saat ini’,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Tenri juga menjelaskan perbedaan antara kelelahan akademik biasa dengan burnout. 

Menurutnya, kelelahan biasa umumnya dapat pulih melalui istirahat.

Sedangkan burnout berlangsung dalam jangka panjang dan memengaruhi sistem secara menyeluruh.

“Kalau kita lelah, kita istirahat bisa baik lagi, itu tidak ada masalah. Yang jadi masalah adalah ketika kita lelah, terus ketika kita bangkit, kita masih lelah lagi, dan itu berlangsung lama,” jelasnya.

Ia mencontohkan, kelelahan akademik biasa biasanya dipicu oleh ujian atau tenggat tugas dan masih dapat dikendalikan secara psikologis.

Namun pada kondisi silent burnout, tekanan yang dialami mahasiswa bersifat sistemik dan berkepanjangan.

Seperti tugas yang terus menumpuk dan tidak terselesaikan hingga akhirnya mengganggu kondisi psikologis.

Sekadar diketahui, hadir dalam diskusi tersebut Ketua Umum I AM FEB Unhas Dien Triana, Anggota Departemen Kajian Keilmuan Strategis dan Kebijakan Publik Ikatan Alumni Manajemen FEB Unhas Yukiko Hiro Mantu, Dosen Akuntansi FEB Universitas Muslim Indonesia (UMI) Tenriwaru, serta Wakil Ketua 2 Ikatan Alumni Manajemen FEB Unhas Sofwan Suryanata.

Hadir pula sejumlah mahasiswa dari Unhas, UMI, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP).(*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved