Diskusi Publik
Apa Itu Silent Burnout? Fenomena Mahasiswa yang Disorot I AM FEB Unhas
Silent burnout merupakan kondisi kelelahan mental dan emosional yang terjadi secara perlahan tanpa disadari.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Ketua Umum I AM FEB Unhas, Dien Triana, menegaskan kampus tidak boleh hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga tempat yang aman dan menguatkan mahasiswa.
- Ia menyebut banyak mahasiswa terlihat aktif dan berprestasi, namun diam-diam mengalami silent burnout.
- I AM FEB Unhas mendorong penguatan peran dosen wali, alumni, layanan konseling, hingga media dalam membangun lingkungan kampus yang lebih sehat dan suportif.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ikatan Alumni Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (I AM FEB Unhas) menyoroti fenomena silent burnout yang banyak dialami mahasiswa di tengah tekanan akademik dan tuntutan prestasi.
Isu tersebut dibahas dalam diskusi publik bertajuk “Mahasiswa, Prestasi, dan Silent Burnout: Menghidupkan Kembali Kampus yang Menguatkan”.
Diskusi di kantor Tribun Timur, Jalan Cendrawasih No 430, Makassar dan disiarkan Youtube Tribun Timur, Kamis (21/5/2026).
Silent burnout merupakan kondisi kelelahan mental dan emosional yang terjadi secara perlahan tanpa disadari.
Pembicara yakni Dosen Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Unhas Andi Tenri Pada Rustham, Ketua Umum I AM FEB Unhas Dien Triana.
Baca juga: I AM FEB Unhas Siapkan Program Kolaboratif, Perkuat Jejaring Alumni Lintas Generasi
Anggota Departemen Kajian Keilmuan Strategis dan Kebijakan Publik Ikatan Alumni Manajemen FEB Unhas Yukiko Hiro Mantu, Dosen Akuntansi FEB Universitas Muslim Indonesia (UMI) Tenriwaru, serta Wakil Ketua 2 Ikatan Alumni Manajemen FEB Unhas Sofwan Suryanata.
Hadir sejumlah mahasiswa Unhas, UMI, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP).
Ketua Umum I AM FEB Unhas, Dien Triana, mengatakan mahasiswa kerap terlihat aktif dan berprestasi, namun diam-diam mengalami kelelahan mental dan emosional.
Fenomena silent burnout dialami mahasiswa hampir seluruh Indonesia.
Sehingga forum ini hadir bukan untuk menghakimi siapa pun.
"Kita tidak berada di sini untuk membahas secara detail peristiwa, korban, keluarga, maupun kampus tertentu secara spesifik," ujarnya.
Menurutnya, tekanan akademik, tuntutan prestasi, kondisi keluarga, hingga lemahnya support system menjadi faktor yang memengaruhi kesehatan mental mahasiswa.
Ia menegaskan kampus tidak boleh hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga ruang yang aman dan menguatkan mahasiswa sebagai manusia utuh.
Fenomena silent burnout disebut perlu menjadi perhatian serius.
Banyak mahasiswa terlihat aktif dan berprestasi, namun sebenarnya menyimpan kelelahan mental, emosional, hingga spiritual akibat tekanan akademik, masalah ekonomi, kesepian, serta ketidakpastian masa depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-05-21-Ketua-Umum-Ikatan-Alumni-I-AM-FEB-Unhas-Dien-Triana.jpg)