Diskusi Publik
Mahasiswa Makassar Nilai Kenaikan TDL Tidak Efektif
Rencana pemerintah menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) hingga 20 persen,
Penulis: Hasan Basri | Editor: Muh. Taufik
Aksi tidak percaya tersebut terungkap dalam diskusi publik Gerakan
Aktifis Mahasiswa bersama pihak PLN Sultanbatara. Diskusi tersebut mengangkat tema Efektif
atau Tidak Efektif Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) tahun 2013. Kegiatan tersebut berlangsung di Warkop 115 Todopuli Makassar, Kamis (28/2/2013).
Narasumber diskusi dari perwakilan mahasiswa Mustamin Nanda,
mengatakan, kenaikan TDL dinilai akan berdampak pada warga golongan
miskin, sebab kenaikan TDL tidak sebanding dengan penghasilan warga.
Meskipun TDL yang dinaikan yakni Daya 1.300 Volt keatas, namun TDL itu
dampakya tetap akan dirasakan oleh warga. Sebab TDL pada daya 1.300 volt
terjadi pada pengusaha golongan bawah.
"Jika TDL naik, otomatis kebutuhan pokok juga akan dinaikan," paparnya. Kenaikan TDL merupakan sebuah pembodohan masyarakat.
"Kami berharap pemerintah, TDL kenaikan TDL pada Daya 1.300 volt harus dikaji ulang. Bila perlu tidak perlu dinaikan sebab ini akan menyengsarakan warga miskin," tuturnya.
Sementara itu, Staf Humas PLN Sultanbatara Jufriadi, mengatakan bahwa
kenaikan TDL di nilai efektif sebab tarif naik pada daya 1.300 volt
keatas.
"Daya 450 vol dan 900 volt tidak mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut
dilakukan untuk mengurangi subsidi warga golongan atas dan menambah
revenue dari rekening pembayaran mereka,"tuturnya.
Kata Jufriadi, dari Jumlah pelanggn PLN yang mencapai 1.861.134, pelanggan yang tidak mengalami kenaikan yaitu 82 persen atau 1.524.973
pelanggan. Sedangkan untuk pelaggan yang terkena dampak kenaikan TDL tersebut hanya 18 persen
atau 336 161 pelanggan.
Jufri menambahkan, kenaikan TDL bukan kewenangan PLN, tetapi kewenangan pemerintah dan DPR RI.
"Naik atau tidak itu bukan kewenangan PLN. Kami hanya menjalankan tugas," paparnya. (*)