Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nanik S Deyang: Dapur MBG jadi Laboratorium Gizi Unhas

Nanik S Deyang mengatakan, BGN ingin mengajak Unhas menjadi laboratorium implementasi program gizi nasional

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Kaswadi Anwar
BGN MASUK KAMPUS - Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S Deyang dan Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa berfoto bersama usai pembukaan acara BGN Goes to Campus di Auditorium Prof Amiruddin Fakultas Kedokteran Unhas, Selasa (5/5/2026). BGN dorong Unhas jadi pusat laboratorium. 

Perempuan kelahiran 3 Januari 1968 ini berharap, SPPG Unhas tak hanya dibangun untuk penerima manfaat, tapi juga menjadi laboratorium.

SPPG Unhas dapat dijadikan pusat kajian berbagai aspek, muai gizi, kesehatan, lingkungan dan keamanan pangan.

“SPPG Unhas jadi laboratorium baik dari multiplier efek dampak ekonomi maupun laboratorium dari gizi, kesehatan, lingkungan, termasuk juga keamanan pangan Persoalan BGN adalah persoalan pangan yang ada saat ini,” ucapnya.

Keberadaan SPPG di Unhas memunculkan anggapan bagi-bagi proyek.

Nanik pun membantah hal tersebut. Ia menyampaikan, semua pihak jangan melihatnya secara hitam putih saja.  Namun, harus dilihat manfaatnya juga.

Hadirnya SPPG di Unhas justru membantu mengatasi masalah dialami selama ini, misalnya soal keracunan makanan.

Kampus menjadi garda terdepan dalam memastikan makanan yang disajikan aman dan berkualitas, bahkan sebelum potensi masalah muncul.

“Kita berharap, adanya SPPG di kampus (Unhas), Pak Rektor bilang belum datang bakteri, dia halau. Jadi keamanan pangan seperti apa, jenis makanan seperti apa, seharusnya kita buat,” paparnya.

Menurutnya, pendekatan ini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko yang selama ini kerap terjadi. Pemeriksaan baru dilakukan setelah muncul kasus.

BGN kini mendorong perubahan pendekatan dari reaktif menjadi preventif dengan melibatkan kampus sebagai pusat kajian dan pengawasan.

“Sejauh ini baru sudah kejadian baru kita periksa di lab. Sekarang kita pencegahan. Dengan keterlibatan kampus, ini luar biasa,” terangnya.

Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan sangat senang dengan keterlibatan kampus di program MBG.

Apalagi, Unhas mampu menyiapkan bahan baku. Kampus Merah ini sudah mengembangkan 70 ribu ayam per bulannya.

Tentu ini bisa membantu memenuhi kebutuhan SPPG. Lantaran satu SPPG membutuhkan  tiga kwintal maupun 300 kilogram ayam maupun telur.

“Agar tak jadi inflasi harus ada pengembangan baru. Saya harap Unhas  mengembangkan jadi laboratorium seperti apa kira-kira telur bagus, ayam bagus untuk anak anak,” tuturnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved