Seminar Nasional Unibos Kupas Konflik AS–Iran dan Risiko Ekonomi Global
konflik Iran–Amerika Serikat yang melibatkan Israel berpotensi meningkatkan ketidakpastian global sebagaimana tercermin dalam laporan IMF dan OECD
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Isu geopolitik global kembali menjadi perhatian serius kalangan akademisi melalui Seminar Nasional yang berlangsung di Balai Sidang “45” Universitas Bosowa, Jumat, (17/4).
Mengangkat tema “Konflik Amerika Serikat–Iran dan Dampaknya terhadap Stabilitas Ekonomi Global serta Indonesia”, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 400 mahasiswa dan sivitas akademika Universitas Bosowa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Bosowa, serta pembacaan doa oleh Prof. Dr. Firman Menne, S.E., M.Si.
Suasana akademik yang khidmat berlanjut dengan sambutan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Muhlis Ruslan, S.E., M.Si., yang menegaskan relevansi tema seminar dalam memperkaya wawasan mahasiswa di tengah dinamika global.
Ia menyampaikan bahwa pemahaman isu geopolitik tidak lagi menjadi domain eksklusif ekonom dan analis global, tetapi juga penting bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.
Wakil Rektor III Universitas Bosowa, Prof. Dr. Nasrullah, S.T., M.T., yang sekaligus membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya kesiapan sivitas akademika dalam menghadapi ketidakpastian global.
“Mahasiswa harus mampu membaca dinamika global secara komprehensif, karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara besar, tetapi juga langsung menyentuh stabilitas ekonomi nasional,” ujarnya.
Founder Bosowa, H. M. Aksa Mahmud, turut hadir dan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan seminar yang dinilai relevan dengan kondisi global saat ini.
“Topik hari ini sangat penting. Kita perlu memahami bagaimana konflik global dapat berdampak langsung pada kehidupan ekonomi kita. Saya yakin pemateri akan membuka wawasan kita secara lebih luas,” ungkapnya.
Memasuki sesi utama, seminar dipandu oleh moderator Ahmad Jumarding, S.E., M.M., dengan menghadirkan narasumber Dr. Muhammad Syarkawi Rauf, S.E., M.E.
Dalam pemaparannya, ia mengulas kondisi ekonomi global terkini termasuk meningkatnya risiko geopolitik akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Ia menjelaskan konflik Iran–Amerika Serikat yang melibatkan Israel berpotensi meningkatkan ketidakpastian global sebagaimana tercermin dalam laporan IMF dan OECD tahun 2026.
Selain itu, ia memaparkan studi kasus krisis Eropa 1992 dan Brasil 2002 sebagai pembelajaran terkait disiplin fiskal dan kepercayaan investor.
Menurutnya, Indonesia saat ini masih berada dalam kategori investment grade namun menghadapi tantangan seperti meningkatnya rasio utang terhadap GDP, tingginya debt service ratio, serta kenaikan country risk premium.
“Ketahanan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh angka, tetapi juga oleh kepercayaan. Ketika narasi kebijakan tidak stabil, maka risiko ekonomi akan meningkat secara signifikan,” jelasnya.
| Profil Syamsul Samad Lulusan Unibos dan Unhas Peluang Gantikan Salim S Mengga Jabat Wagub Sulbar |
|
|---|
| Unibos Kukuhkan Dua Guru Besar, Prof Hasanuddin Remmang dan Prof Iskandar |
|
|---|
| Masalah Sosial Perkotaan Antar Iskandar Jadi Profesor Unibos Makassar |
|
|---|
| Prof Hasanuddin Remmang Resmi Jadi Guru Besar, Soroti UMKM dan Era Digital |
|
|---|
| Kenalkan Hasanuddin Remmang dan Iskandar 2 Profesor Baru Unibos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260417_DWN_Seminar_Unibos.jpg)