UIN Alauddin Jadi Tuan Rumah KINMU V 2026, Hadirkan Beragam Cabang Lomba
UIN Alauddin Makassar jadi tuan rumah KINMU V 2026, hadirkan lomba ilmiah hingga digital.
Ringkasan Berita:
- UIN Alauddin Makassar jadi tuan rumah KINMU V pada 18–25 Mei 2026.
- Lomba mencakup bidang ilmiah, keislaman, seni, dan media digital.
- Diikuti 7 kampus UIN, tuan rumah target pertahankan juara umum.
TRIBUN-TIMUR.COM - Gelaran Kompetisi Ilmiah Nasional Mahasiswa Ushuluddin (KINMU) memasuki babak baru pada tahun ini.
Setelah sukses diselenggarakan di berbagai daerah, kini giliran Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang didapuk menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan KINMU V tahun 2026.
Ajang bergengsi ini merupakan ajang kolaborasi strategis antar Dekan Fakultas Ushuluddin dari tujuh kampus UIN di Indonesia untuk memperkuat kualitas akademik serta riset di kalangan mahasiswa.
Ketua Panitia KINMU V, Sigit Aliya, S.Ag., M.Ag., menjelaskan bahwa proses pendaftaran peserta telah dijadwalkan secara resmi. Para mahasiswa dapat mendaftarkan diri mulai tanggal 16 April hingga 10 Mei mendatang.
Adapun puncak pelaksanaan lomba akan berlangsung pada tanggal 18 hingga 25 Mei, di mana seluruh rangkaian kegiatan diharapkan mampu memfasilitasi pertukaran ide dan gagasan intelektual antar peserta dari berbagai wilayah.
Pada edisi kelima ini, panitia menyediakan empat kategori utama yang mencakup berbagai disiplin ilmu dan bakat. Kategori tersebut terdiri dari lima cabang lomba di bidang ilmiah, serta cabang lomba lainnya yang terbagi dalam bidang keislaman, kesenian, dan riset.
Keanekaragaman cabang lomba ini bertujuan untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa dalam mengekspresikan kemampuan kognitif maupun kreativitas seni mereka.
Secara lebih rinci, bidang karya tulis dan ilmiah akan menantang kemampuan riset mahasiswa melalui Karya Tulis Ilmiah (KTI) bertema politik, Al-Qur'an, hadis, hingga filsafat.
Selain itu, terdapat pula Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) serta debat bahasa Arab dan Inggris. Bidang ini dirancang untuk mengasah pemikiran kritis terhadap isu-isu keagamaan dan sosial kontemporer yang berkembang di masyarakat saat ini.
Tidak hanya fokus pada aspek teoretis, KINMU juga mengedepankan aspek seni dan kreativitas Islami. Peserta dapat berkompetisi dalam cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), kaligrafi, hingga lomba pantun yang bermuatan pesan moral.
Kombinasi antara seni tilawah, terjemahan, dan pidato juga akan tersaji dalam Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) sebagai wadah pelestarian nilai-nilai luhur Al-Qur'an melalui estetika.
Seiring dengan perkembangan teknologi di era 5.0, bidang media dan inovasi digital juga menjadi sorotan utama. Cabang lomba seperti film pendek, poster digital, fotografi, dan pembuatan vlog kreatif akan mempertandingkan karya audio-visual yang mengangkat nilai moderasi beragama.
Hal ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk aktif melakukan dakwah digital melalui konten yang edukatif dan relevan bagi generasi muda.
Sebanyak tujuh kampus UIN dipastikan akan berpartisipasi dalam ajang ini, yaitu UIN Alauddin Makassar, UIN SMH Banten, UIN Raden Fatah Palembang, dan UIN Saizu Purwokerto.
| Ayo, ke Timur |
|
|---|
| Prof. Dr. Afifuddin Harisah |
|
|---|
| 82.274 Siswa Dinyatakan Lulus, Begini Cara Cek Pengumuman SPAN-PTKIN 2026 |
|
|---|
| UIN Alauddin Makassar Masuk Tiga Besar PTK TerbaikI Versi SCImago, Peringkat 26 Nasional |
|
|---|
| Workshop Cyber Security UIN Alauddin Makassar, BAKTI Komdigi Tekankan Pentingnya Ketahanan Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/KINMU-V-2026.jpg)