Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

6 Pejabat UMI Dilantik, Prof Hambali Thalib: Kita Butuh Sosok Ikhlas Siap Bekerja

Prof Hambali menegaskan, amanah jabatan bukanlah bentuk penghargaan, melainkan tanggung jawab besar

Tayang:
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
Rektor UMI Prof Dr Hambali Thalib saat sambutan di acara pelantikan pejabat UMI (dekan dan direktur pascasarjana) di Auditorium Al Jibra, Kampus 2 UMI, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Prof Hambali menegaskan, amanah jabatan bukanlah bentuk penghargaan
  • Melainkan tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya di dunia, tetapi juga di hadapan Allah SWT
  • UMI punya 6 pejabat baru hari ini

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - "UMI tidak butuh orang hebat yang ingin dilihat. UMI butuh orang ikhlas yang siap bekerja,"

Seperti itulah potongan kalimat penegasan Rektor UMI Prof Dr Hambali Thalib, saat sambutan di momen pelantikan enam pejabat UMI.

Pelantikan ini berlangsung di Auditorium Al Jibra, Kampus 2 UMI, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/4/2026)

Enam pejabat yang dilantik terdiri dari dua Profesor dan empat doktor.

Ada yang menduduki jabatan Direktur Pascasarjana dan Dekan Fakultas.

Selaku rektor, Prof Hambali menegaskan, amanah jabatan bukanlah bentuk penghargaan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya di dunia, tetapi juga di hadapan Allah SWT.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Prof Hambali mengatakan, bahwa dunia saat ini berada dalam situasi yang tidak pasti—ditandai dengan gejolak geopolitik, tekanan ekonomi, serta percepatan perubahan teknologi.

Olehnya itu, seluruh pimpinan di lingkungan UMI dituntut untuk mampu membaca perubahan zaman dan meresponnya dengan langkah yang nyata dan terukur.

Sejalan dengan arah kebijakan nasional, Prof Hambali juga menekankan bahwa UMI akan terus memperkuat pola kerja yang efisien, adaptif, dan berbasis digital, tanpa mengurangi kualitas layanan dan capaian pembelajaran mahasiswa.

"Bekerja bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi menghadirkan manfaat, keberkahan, dan ketuntasan layanan," jelasnya.

Guru Besar Fakultas Hukum UMI ini menambahkan, bahwa efisiensi bukanlah bentuk keterbatasan, melainkan bagian dari ikhtiar untuk membangun budaya hidup sederhana, produktif, dan berorientasi pada hasil.

"Efisiensi harus menjadi budaya, digitalisasi harus menjadi sistem, dan kesederhanaan harus menjadi jalan hidup," imbuhnya.

Mengakhiri sambutannya, Prof Hambali kembali menegaskan, dengan semangat kebersamaan, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga amanah besar ini dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

"UMI tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh kebersamaan yang ikhlas dan kerja yang tuntas," pungkasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved