Makassar Mulia
Simulasi SPMB Makassar 2026 Diperpanjang hingga 21 Mei
Ringkasan Berita:
- Dinas Pendidikan Kota Makassar mulai menjalankan simulasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang terintegrasi dengan aplikasi Lontara+.
- Masa simulasi diperpanjang hingga 21 Mei karena tingginya antusiasme masyarakat.
- Selama simulasi, tim teknis menemukan sejumlah alur pendaftaran yang masih membingungkan, terutama pada proses login dan penggunaan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), sehingga sistem terus dievaluasi dan disederhanakan agar lebih mudah digunakan.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Makassar mulai berjalan.
Saat ini, Dinas Pendidikan Kota Makassar melakukan simulasi pendaftaran.
Sejak dibuka Selasa (12/5/2026), antusiasme masyarakat mencoba platform pendaftaran sangat tinggi.
Karena itu simulasi diperpanjang hingga 21 Mei.
Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana mengatakan simulasi awalnya hanya dijadwalkan dua hari.
"Tapi ternyata orang sangat antusias dan banyak sekali yang bertanya," ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Tahun ini, SPMB di Makassar terintegrasi dengan Lontara+, aplikasi aduan dan layanan publik Pemkot Makassar.
Dari hasil simulasi, tim teknis menemukan beberapa alur pendaftaran yang masih dianggap membingungkan masyarakat.
"Sehingga kita menyadari kalau memang ada beberapa flow yang perlu diperbaiki. Sehingga kita memperpanjang durasi simulasinya," kata Gita.
Selama simulasi, tim teknis mengevaluasi langsung alur pendaftaran.
Baca juga: Munafri Arifuddin Soroti Fenomena Pindah KK Demi Lolos Zonasi SPMB di Makassar
Berbagai masukan dari masyarakat menjadi bahan pembenahan agar sistem lebih mudah digunakan saat pendaftaran resmi dibuka.
Langkah tersebut penting karena SPMB sistem baru yang masih membutuhkan penyesuaian di tingkat pengguna.
Masyarakat juga diminta memanfaatkan masa simulasi untuk mencoba sistem sekaligus memberikan saran dan kritik terhadap layanan yang tersedia.
SPMB tahun ini mencakup jenjang pendidikan TK, SD, SMP.
Dalam sistem tersedia fitur penentuan titik lokasi rumah untuk kebutuhan jalur zonasi.
Mengantisipasi gangguan akses saat pendaftaran resmi dibuka, Pemkot Makassar telah memisahkan server berdasarkan jenjang pendidikan.
Pemkot juga telah menguji sistem sebanyak tiga kali.
Banyak Keluhan soal NISN
Kendala utama yang ditemukan selama simulasi berada pada alur login dan pendaftaran akun, khususnya terkait penggunaan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
Dalam sistem tersebut, pengguna yang sudah memiliki NISN dapat langsung mengecek data dan memperoleh username serta password untuk login.
Sementara calon peserta didik yang belum memiliki NISN diwajibkan membuat akun terlebih dahulu melalui formulir pendaftaran.
Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana mengatakan memudahkan masyarakat, tim menyederhanakan alur sistem agar lebih ramah pengguna atau human centric.
Timnya juga berencana membuka grup WhatsApp maupun Telegram.
"Nanti InsyaAllah akan bikinkan grup WhatsApp atau Telegram, misalkan masyarakat mau memberikan feedback bisa langsung di sana," kata Gita.(*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Siti Aminah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260514-Andi-Gita-Namira-Patigana-34.jpg)