Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Unhas

Prof Nurpudji Astuti Daud Terima MURI atas Pengembangan Pendidikan Dokter Gizi Klinik

Penghargaan diberikan atas kiprahnya sebagai penggagas dan pendiri Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Gizi Klinik.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
PENGHARGAAN MURI - Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Nurpudji Astuti Daud memperlihatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), saat diterima di Jakarta, Senin (11/5/2026). Penghargaan diberikan atas kiprahnya sebagai penggagas dan pendiri Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Gizi Klinik. 

Ringkasan Berita:
  • Prof Nurpudji Astuti Daud, menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai penggagas dan pendiri Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Gizi Klinik pertama di Indonesia.
  • Program pendidikan dokter spesialis gizi klinik pertama kali dibuka di Universitas Hasanuddin pada 2008. 
  • Program tersebut lahir dari kebutuhan penanganan terapi medik gizi yang lebih spesifik bagi pasien rumah sakit dan kini telah diikuti sedikitnya 10 perguruan tinggi di Indonesia.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Nurpudji Astuti Daud, menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Penghargaan diberikan atas kiprahnya sebagai penggagas dan pendiri Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Gizi Klinik.

Sertifikat penghargaan tersebut diserahkan di Jakarta oleh perwakilan MURI kepada Prof Prof Nurpudji Astuti Daud, Senin (11/5/2026).

Prof Nurpudji mengatakan, lahirnya program pendidikan dokter spesialis gizi klinik bermula dari kebutuhan penanganan pasien yang lebih spesifik dan individual di rumah sakit.

Menurutnya, sebelum program tersebut hadir, belum ada pendidikan khusus yang mempersiapkan dokter untuk menangani terapi medik gizi secara mendalam.

Baca juga: Akhirnya Prof Arismunandar Tahu Mengapa Rahmat Muhammad Belum Jadi Profesor di Unhas

“Selama ini dokter yang merawat pasien juga yang memberikan terapi gizinya. Padahal pasien membutuhkan penanganan yang tepat sesuai penyakitnya,” kata Prof Nurpudji, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (13/5/2026) malam.

Cikal bakal pembentukan program Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Gizi Klinik dimulai pada 2008.

Bersama sejumlah kolega, ia telah aktif menangani pasien-pasien yang membutuhkan terapi medik gizi di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Namun saat itu, belum ada program pendidikan dokter spesialis gizi klinik di Indonesia.

Gagasan membuka program tersebut muncul setelah dirinya mendapat dorongan dari dari Ketua Senat Unhas.

Menurut Wakil Ketua 3 Majelis Pertimbangan dan Pengembangan Kedokteran (MPPK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2025-2028 itu, FK Unhas memiliki sumber daya manusia yang sangat kuat di bidang gizi klinik.

Kondisi tersebut menjadi modal utama sehingga Unhas akhirnya menjadi perguruan tinggi pertama yang membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Gizi Klinik di Indonesia.

“Ini pertama kali dibuka di Unhas dan pertama kali ada di Indonesia, inilah yang dihargai MURI,” katanya.

Mantan Ketua Komisi II Senat Akademik Unhas itu menjelaskan, keberadaan dokter spesialis gizi klinik membawa dampak besar terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Khususnya dalam menekan angka hospital malnutrition atau malnutrisi rumah sakit.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved