Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Workshop Cyber Security UIN Alauddin Makassar, BAKTI Komdigi Tekankan Pentingnya Ketahanan Digital

UIN Alauddin Makassar bersama BAKTI Komdigi menggelar workshop keamanan siber. Kegiatan ini menekankan pentingnya budaya organisasi.

Tayang:
Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com
WORKSHOP UIN - Sivitas akademika UIN Alauddin Makassar mengikuti Workshop Cyber Security bersama BAKTI Komdigi di BLK-Komunitas Pesantren Matahari, Maros, Rabu-Kamis (1-2/4/2026). Kegiatan ini membahas strategi perlindungan aset digital dan ancaman phishing. 
Ringkasan Berita:
  • BAKTI Komdigi menyelenggarakan Workshop Cyber Security di UIN Alauddin Makassar, 1-2 April 2026, di BLK-Komunitas Pesantren Matahari, Maros, Sulsel.
  • Direktur Utama BAKTI, Fadhilah Mathar, menekankan keamanan siber sebagai proses berkelanjutan. Pemateri membahas enam pilar perlindungan digital, termasuk ancaman phishing dan domain palsu. 
  • UIN Alauddin berkomitmen menjalin kemitraan berkelanjutan untuk memperkuat sistem digital kampus.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyelenggarakan Workshop Cyber Security selama dua hari bagi sivitas akademika UIN Alauddin Makassar.

Kegiatan berlangsung Rabu-Kamis (1-2/4/2026) di BLK-Komunitas Pesantren Matahari, Maros, Sulawesi Selatan.

Peserta terdiri dari tim Pustipad, pengelola jurnal, admin website program studi, hingga pengguna sistem Lentera.

Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, menegaskan keamanan siber bukan sekadar produk teknologi, melainkan proses berkelanjutan.

“Tidak ada sistem yang 100 persen aman, namun risiko bisa diminimalkan dengan strategi, teknologi, dan disiplin operasional,” ujarnya via rilis, Sabtu (4/4/2026). 

Fadhilah juga mengingatkan pentingnya sistem cadangan data, merujuk pada kasus Pusat Data Nasional (PDNS).

Menurutnya, kerugian akibat insiden siber jauh lebih besar dibandingkan biaya investasi pencegahan.

Dalam sesi teknis, pemateri Dede Sukartoyo dan Karma membedah enam pilar perlindungan digital: tata kelola, identifikasi aset, enkripsi dan firewall, pendeteksian dini, respons serangan, serta pemulihan sistem.

Dede menekankan substansi perlindungan, bukan sekadar teori.

Workshop juga menyoroti ancaman nyata berupa domain palsu menyerupai situs resmi UIN Alauddin serta praktik phishing yang menyasar akun dosen dan mahasiswa.

Sebagai tindak lanjut, UIN Alauddin menyatakan keinginan menjalin kemitraan dengan BAKTI Komdigi agar pendampingan keamanan siber dilakukan secara berkala.

Fadhilah memberi instruksi khusus kepada tim teknis untuk memastikan keberlanjutan sistem kampus.

Acara ditutup dengan sesi praktis pengujian celah keamanan dan pemulihan basis data.

Diharapkan kegiatan ini meningkatkan kesadaran serta keahlian teknis pengelola digital kampus dalam menghadapi serangan siber. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved