Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Muhammadiyah

Empat Pesan Mendikdasmen Abdul Muti di Rakornas Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah

Abdul Mu’ti menyampaikan empat pesan penting saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Dikdasmen-PNF PP Muhammadiyah

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
Tribun-timur.com
PESAN ABDUL MUTI- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Muti menyampaikan empat pesan penting saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) PP Muhammadiyah di Hotel Four Points Makassar, Jl Andi Djemma, Kota Makassar, Jumat (13/2/2026). Keempat pesan itu menegaskan arah penguatan sekolah Muhammadiyah agar lebih substantif, kolaboratif, dan berdampak nyata. 

Ringkasan Berita:
  • Abdul Mu’ti mengingatkan, forum nasional tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan harus menghasilkan kerja nyata yang terukur.
  • Abdul Mu’ti menyinggung kecenderungan kegiatan yang ramai saat berlangsung, tetapi minim tindak lanjut setelah selesai.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Muti menyampaikan empat pesan penting saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) PP Muhammadiyah di Hotel Four Points Makassar, Jl Andi Djemma, Kota Makassar, Jumat (13/2/2026). 

Keempat pesan itu menegaskan arah penguatan sekolah Muhammadiyah agar lebih substantif, kolaboratif, dan berdampak nyata.

Di hadapan Pengurus Majelis Dikdasmen-PNF Muhammadiyah se-Indonesia, Abdul Mu’ti mengingatkan, forum nasional tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan harus menghasilkan kerja nyata yang terukur.

Pesan pertama yang ditekankan Abdul Mu’ti adalah pentingnya tindak lanjut konkret setelah forum berakhir.

Ia mengingatkan agar Rakornas tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan dokumentasi kegiatan. 

“Sehingga jangan sampai rakornas ini, kemudian setelah pulang, tidak ada pekerjaan yang dilakukan,” kata Abdul Mu’ti.

Baca juga: NU, Muhammadiyah Siapkan Ratusan Muballigh

Ia menilai semangat dan gagasan besar yang muncul selama forum harus diterjemahkan dalam rencana aksi yang dijalankan di daerah. Abdul Mu’ti menyinggung kecenderungan kegiatan yang ramai saat berlangsung, tetapi minim tindak lanjut setelah selesai.

 “Jadi waktu acara itu semangatnya luar biasa. Tapi setelah selesai acara, ya sudah tinggal foto-fotonya aja di-share,” ujarnya sambil tersenyum.

Pernyataan itu sekaligus menjadi kritik terhadap kecenderungan sebagian organisasi yang berhenti pada laporan administratif dan unggahan dokumentasi, tanpa memastikan keberlanjutan program.

Perkuat Sinergi Pemerintah dan Muhammadiyah

Pesan kedua berkaitan dengan pentingnya sinergi antara Kemendikdasmen dan Majelis Dikdasmen-PNF Muhammadiyah sebagai mitra strategis.

Abdul Mu’ti menilai Muhammadiyah memiliki jaringan pendidikan yang luas dan pengalaman panjang dalam mengelola sekolah.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi kunci dalam memperluas akses serta meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah.

Ia menegaskan, tantangan pendidikan nasional tidak bisa diatasi oleh pemerintah sendiri.

Diperlukan dukungan dan partisipasi aktif organisasi kemasyarakatan untuk mempercepat perbaikan kualitas layanan pendidikan.

Jadikan Forum sebagai Ruang Berbagi Praktik Baik

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved