Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Muhammadiyah

Kabar Gembira, Dua Pesantren Muhammadiyah Sulsel Naik Kelas dengan Akreditasi Unggul

Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara dan Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah, resmi meraih predikat Akreditasi Unggul

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
Istimewa/Muhammadiyah
AKREDITASI UNGGUL-Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara dan Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah. Kedua pesantren ini resmi meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP2 PPM). 

Ringkasan Berita:

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Awal tahun 2026 menjadi penanda capaian penting bagi pendidikan pesantren Muhammadiyah di Sulawesi Selatan. Dua lembaga, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara dan Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah, resmi meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP2 PPM).

Hal itu disampaikan Sekretaris Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LP2 PWM) Sulsel, Dr Muhammad Ali Bakri, dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1/2026).

"Predikat tersebut menegaskan konsistensi kedua pesantren tersebut dalam mengelola pendidikan pesantren yang memadukan nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan pendekatan pendidikan modern," katanya Ali Bakri. 

Capaian ini juga, lanjutnya, menempatkan kedua pesantren itu sebagai rujukan pengembangan mutu pesantren Muhammadiyah, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Baca juga: Puluhan Anak Ikuti Sunatan Massal Kolaborasi Sentra Wirajaya, Pemuda Muhammadiyah, dan BKPRMI

Akreditasi sebagai Penguatan Mutu

Ketua LP2 PPM Maskuri menyebut jumlah pesantren Muhammadiyah meningkat pesat dalam satu dekade terakhir, dari 127 pesantren pada 2015 menjadi 445 pesantren di 27 provinsi pada 2025.

Namun, menurut dia, pertumbuhan kuantitas perlu diikuti penguatan kualitas.

Ia menilai akreditasi menjadi salah satu instrumen strategis untuk mendorong perbaikan yang terukur. 

“Akreditasi pesantren menjadi program strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan, proses pembelajaran, kompetensi ustaz, serta tata kelola pesantren. Ini diperlukan sebagai evaluasi diri dan perbaikan berkelanjutan,” ujarnya dalam kegiatan kick-off akreditasi pesantren Muhammadiyah.

Senada, Ketua Unit Penjaminan Mutu Pesantren Muhammadiyah Toni Toharudin menekankan bahwa penjaminan mutu tidak berhenti pada pemenuhan dokumen. Bagi dia, mutu adalah bagian dari transformasi pesantren sebagai pusat pembinaan karakter dan pemberdayaan umat.

Di tengah perubahan sosial dan teknologi, ia menyebut standar yang jelas dan terukur kian dibutuhkan agar pesantren mampu tampil sebagai model pendidikan Islam yang unggul.

Di Pesantren Darul Arqam Gombara, predikat unggul ditopang oleh pengelolaan yang dinilai inovatif serta kurikulum yang integratif. Budaya mutu dibangun melalui kerja kolektif, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, hingga evaluasi program.

Sejumlah kalangan pendidikan menyebut capaian Darul Arqam Gombara sebagai contoh bagaimana pesantren dapat beradaptasi tanpa kehilangan akar nilai. Penguatan tata kelola dan pembelajaran menjadi kata kunci agar lembaga pendidikan berbasis pesantren tetap relevan menghadapi tuntutan zaman.

Sementara itu, Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah dikenal kuat dalam pembinaan karakter serta penguatan kepemimpinan perempuan. Lingkungan belajar yang mendukung prestasi akademik dan pembentukan nilai membuat pesantren ini sering dijadikan rujukan dalam pendidikan pesantren putri.

Direktur Pondok Pesantren Ummul Mukminin Aisyiyah Sulsel Dra Masriwaty Malik MThI menyampaikan kesyukuran atas capaian tersebut. 

"Syukur alhamdulillah, proses akreditasi pesantren membuahkan hasil yang luar biasa, ini semua berkat pertolongan Allah swt serta komitmen, kesungguhan, kesabaran, kerja profesional tim penjaminan mutu pesantren bersama seluruh civitas pesantren," katanya. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved