Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UIN Alauddin Makassar

Menag Nasaruddin Umar: UIN Alauddin Makassar Layak Masuk Lima Besar PTKIN

Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar menyebut UIN Alauddin Makassar layak masuk lima besar PTKIN di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
UIN ALAUDDIN MAKASSAR - Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar menghadiri pengukuhan sejumlah guru besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Gedung Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Jalan HM Yasin Limpo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (9/2/2026). Menag menilai UIN Alauddin layak masuk jajaran lima besar PTKIN di Indonesia. 

Selain itu, Menag menilai gagasan Prof Abd Rauf Muhammad Amin tentang pembaruan ushul fikih sebagai langkah penting dalam pembaruan hukum Islam.

“Tidak mungkin kita melakukan perubahan fikih tanpa meninjau ushul fikih. Ushul fikih jangan hanya dijadikan referensi membaca kitab, tapi juga menjadi pisau analisis untuk menciptakan sesuatu yang baru,” jelasnya.

Ia bahkan mendorong pengembangan konsep maqasid syariah, termasuk kemungkinan menambahkan aspek perlindungan lingkungan sebagai daruriyat baru.

“Mungkin kita perlu perubahan mendasar, bukan lagi daruriyatul khamsah, tetapi daruriyatul sittah, yaitu memelihara lingkungan,” ucap Prof Nasaruddin Umar yang mengenakan jas hitam dipadu celana dan songkok hitam.

Prof Nasaruddin Umar mengaku bangga dengan perkembangan UIN Alauddin Makassar yang kini memiliki lebih dari seratus guru besar.

“Di data kami, jumlah guru besar di UIN Alauddin ini nomor dua setelah Jakarta. Hari ini sudah 109 profesor,” katanya.

Ia pun mengajak para guru besar dan civitas akademika untuk terus menghidupkan tradisi keilmuan di lingkungan kampus.

“Jangan sampai pertemuan di ruang dosen hanya bicara rumah, kendaraan, atau politik, tapi kita lupa disiplin ilmu kita,” ujarnya.

Menag menekankan pentingnya kampus menjadi produsen ilmu pengetahuan, bukan sekadar konsumen.

“Kita jangan jadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi harus menjadi produsen. Kampus harus menjadi sentrum keilmuan yang hidup,” tuturnya.

Di akhir sambutan, ia mengucapkan selamat kepada para guru besar yang baru dikukuhkan dan berpesan agar terus meneliti serta menulis karya ilmiah.

“Jangan berhenti belajar, terus meneliti dan menulis. Kekurangan kita di Indonesia, ilmuwannya jarang menulis,” pungkasnya. (*)

Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved