Unibos Cetak 1.015 Lulusan Baru Program Pendidikan Profesi Guru
Jumlahnya mencapai 1.015 lulusan baru, yang hadir secara luring (offline) dan juga daring (online).
Penulis: Rudi Salam | Editor: Munawwarah Ahmad
Ringkasan Berita:
- Pendidikan Guru Sekolah Dasar 719 orang
- Pendidikan Bahasa Indonesia 178 orang
- Pendidikan Bahasa Inggris 118 orang
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Balai Sidang 45 Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ramai, Senin (22/12/2025).
Di dalamnya, ribuan orang duduk berjejer rapi, lengkap dengan toga hitam dan selempangnya.
Selempang itu bertulis “Guru Profesional” dan “Alumni PPG”, lengkap dengan tulisan Universitas Bosowa (Unibos).
Mereka adalah lulusan baru Pendidikan Profesi Guru (PPG) periode Desember 2025 Unibos yang akan menjalani prosesi wisuda.
Jumlahnya mencapai 1.015 lulusan baru, yang hadir secara luring (offline) dan juga daring (online).
Rinciannya bidang studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar 719 orang, Pendidikan Bahasa Indonesia 178 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 118 orang.
Prosesi wisuda diawali dengan sambutan-sambutan.
Dimulai Rektor Unibos Prof Batara Surya, perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah IX, hingga perwakilan kementerian.
Lalu dilanjutkan pembacaan janji wisudawan, dipandu Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan & Sastra Unibos, Prof Asdar.
Rektor Unibos, Prof Batara Surya dalam sambutannya menyampaikan wisuda PPG menandai kesiapan lulusan untuk memasuki dunia kerja sebagai tenaga pendidik profesional.
Menurutnya, profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan profesi mulia yang menentukan arah masa depan bangsa.
“Anda telah memposisikan diri sebagai seorang profesional. Setiap langkah ke depan harus dilandasi kesadaran bahwa profesi guru adalah profesi yang sangat strategis,” kata Prof Surya Batara, disambut tepuk tangan wisudawan.
Prof Surya Batara mengajak para lulusan PPG untuk menanamkan kesadaran bahwa tujuan utama pendidikan bukan sekadar pencapaian target pembelajaran.
Melainkan melalui proses pendidikan, bangsa Indonesia dapat menjadi lebih baik di masa depan.
“Setiap kali masuk ke ruang kelas, target kita bukan hanya menyelesaikan kurikulum, tetapi bagaimana membentuk generasi yang mampu membawa bangsa ini maju,” katanya.
Wujudkan Guru Profesional
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim PPG Guru Tertentu, Neneng Heryati menyampaikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mempercepat pemenuhan kualifikasi dan sertifikasi guru melalui PPG.
Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mewujudkan guru yang profesional dan sesuai amanat Undang-Undang Guru dan Dosen.
Neneng Heryati, menyebut hingga tahun 2024 masih terdapat sekitar 1,5 juta guru dari total 3 juta guru di Indonesia yang belum memiliki sertifikat pendidik.
Oleh karena itu, pemerintah secara bertahap menuntaskan sertifikasi guru melalui pelaksanaan PPG dalam jabatan dan PPG Guru Tertentu.
“Mulai tahun 2024, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melalui Direktorat Pendidikan Profesi Guru telah menyelesaikan PPG bagi sekitar 600 ribu guru dalam jabatan atau guru tertentu,” sebut Neneng, yang tersambung via Zoom.
Ia pun berharap guru yang telah lulus PPG dapat membawa perubahan positif saat kembali ke sekolah masing-masing.
Sertifikat pendidik diharapkan tidak hanya menjadi kelengkapan administratif
Tetapi juga mendorong peningkatan profesionalisme, pengembangan potensi, serta kualitas pembelajaran di kelas.
| Unibos Perkuat Jejaring Diplomasi Akademik Indonesia di Eropa |
|
|---|
| Sulsel Deflasi 0,03 Persen, Pengamat Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Jelang Iduladha |
|
|---|
| Mengapa Jurusan Keguruan Mulai Diragukan? |
|
|---|
| Unibos Mengabdi Lintas Negara, Sentuh Komunitas Anak Pekerja Migran di Malaysia |
|
|---|
| Proyek Geothermal Rp1,5 Triliun di Rongkong Ditolak Warga Luwu Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Suasana-wisuda-Pendidikan-Profesi-Guru-PPG-U.jpg)