Krisis Kepemimpinan Akademik Unhas Disorot Alumni Lintas Generasi
Forum alumni Unhas soroti krisis kepemimpinan akademik, budaya literasi, dan arah kampus ke depan.
“Yang tidak ada di Unhas saat ini adalah academic organizational leadership. Yang ada hanya personal leadership, sehingga tidak memberi dampak besar bagi masyarakat,” katanya.
Ia mengkritisi sistem perangkingan universitas dan beban administratif dosen.
“Perangkingan universitas adalah jebakan agar kampus terjun di dunia kompetisi, padahal saat ini yang dibutuhkan adalah sinergi dan kolaborasi. Kompetisi seharusnya tidak dikenal dalam tradisi akademik,” tegasnya.
Budaya Literasi Memudar
Dr Hasrullah menyoroti lemahnya kemampuan literasi mahasiswa dan civitas akademika.
“Memang banyak faktor penyebab pudarnya budaya membaca ataupun menulis, tapi kampus seharusnya mencari jalan keluar untuk ini. Kalau tidak, ini alarm bahaya bagi dunia akademik,” tegasnya.
Ia mengenang masa kepemimpinan Prof Ahmad Amiruddin, rektor ke-6 Unhas, yang rutin mengumpulkan dosen terbaik untuk berdiskusi berbagai topik.
“Dari forum-forum diskusi yang intens itulah banyak lahir ide dan gagasan, bahkan sebagian menjadi buku,” kenangnya.
Pentingnya Regenerasi Kepemimpinan
Dr Rahmat Muhammad menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan akademik yang sehat dan terencana.
“Dalam dunia akademik, regenerasi kepemimpinan harus dilakukan secara rutin. Tugas tambahan seperti Ketua atau Sekretaris Departemen, Dekan, Wakil Dekan, Rektor, atau Wakil Rektor sebaiknya tidak diduduki terlalu lama,” ujarnya.
Ia menyebut dari 2.500-an dosen di Unhas, semua seharusnya punya kesempatan memimpin.
“Potensi besar ini jangan disimpan di kampus saja,” tegasnya.
Menurutnya, Unhas harus berani mendorong potensi terbaik ke level nasional.
“Kalau memang berpotensi, kita harus dorong keluar kampus dan menjadi tokoh nasional, termasuk rektor,” ujarnya.
Mengenang Kepemimpinan Emas
| PSM Makassar 'Cuci Gudang': Enam Pemain Dilepas, Dua Staf Pelatih Pamit |
|
|---|
| 8.618 Jamaah Haji Sudah Tiba di Makassar, Terbaru Kloter 22 |
|
|---|
| Wisuda 252 Mahasiswa ITB Nobel Indonesia Makassar Usung Tema Mobile Legends, Ini Alasan Rektor |
|
|---|
| Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 10,2 Persen, Peti Kemas Tumbuh 2,1 Persen |
|
|---|
| Hj Martati Pakai Gaun Bling-Bling Dibeli Dengan Harga Rp5 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/202510-26-unhas.jpg)