Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

A’bulosibatang, Ikhlas, dan Bahagia di Usia 163 Jeneponto

Ia bukan sekadar slogan, melainkan pesan moral yang kuat di tengah perubahan sosial yang kian cepat.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun-timur.com/Opini
OPINI - Dr Sampara Halik SPd Mag, Pemerhati Demokrasi Pemilu dan Pendidikan Islam / Dosen di beberapa Perguruan Tinggi Swasta nasional di Kawasan Timur Indonesia 

Mengembalikan nilai ikhlas dalam setiap pengabdian menjadi hal yang penting.

Ini bukan hanya tanggung jawab aparatur pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Nilai ini bisa dimulai dari hal sederhana: bekerja dengan sungguh-sungguh, menjaga amanah, dan membantu sesama tanpa pamrih.

Masyarakat Jeneponto sejatinya memiliki modal sosial yang kuat dalam hal ini.

Tradisi saling membantu masih terjaga, empati sosial masih hidup, dan rasa kebersamaan masih terasa.

Tinggal bagaimana nilai-nilai ini terus dipelihara agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.

Dimensi ketiga dalam tema ini adalah “bahagia”.

Selama ini, pembangunan seringkali diukur dari capaian fisik dan ekonomi.

Padahal, tujuan utama pembangunan adalah menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.

Kebahagiaan tidak selalu identik dengan kemewahan.

Dalam konteks masyarakat Jeneponto, kebahagiaan sering ditemukan dalam kesederhanaan, kebersamaan, dan kehidupan yang harmonis.

Hubungan sosial yang hangat dan rasa aman menjadi bagian penting dari kualitas hidup.

Karena itu, pembangunan ke depan perlu lebih berorientasi pada manusia.

Pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang merata, serta lingkungan sosial yang kondusif harus menjadi prioritas.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya sejahtera secara materi, tetapi juga bahagia secara batin.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved