Kuda Naga Sembilan Juara Kejurnas, Ternyata Berasal dari Jeneponto
Kuda Naga Sembilan juara Kejurnas Pordasi 2025. Dulunya bernama Leonidas, dirawat di Jeneponto sebelum berpindah ke DKI Jakarta.
Penulis: Muh. Agung Putra Pratama | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO – Kuda Naga Sembilan berhasil meraih juara di Kelas A Star Of Stars 2.200 meter Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-59 Seri II tahun 2025 di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (19/10/2025).
Kuda milik Red Stone Stable, DKI Jakarta, itu ternyata punya kisah menarik.
Sebelum berpindah ke DKI, Naga Sembilan dulunya bernama Leonidas dari Al Attar Stable di Desa Sapanang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Pemilik pertamanya, Irfan Karaeng Makka, menceritakan asal-usul Leonidas sebelum berpindah tangan beberapa kali.
"Leonidas ini keturunan Manado dari ternakan Miranda Stable," ungkap Karaeng Makka di Kafe Kenya, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Selasa (21/10/2025) sore.
Ia membeli kuda itu pada 2020 saat masih berusia empat bulan.
Selama dua tahun, Leonidas dirawat di Jeneponto hingga siap bertanding.
Menjelang Kejurnas Seri I tahun 2022, Leonidas diberangkatkan ke Salatiga, Jawa Tengah.
"Di Memorial Cup dia juara tiga saat lari perdana, di Salatiga juara satu, kemudian masuk penyisihan Seri I juara satu lagi," ujarnya.
Performa apik Leonidas membuat kontingen Pordasi Jawa Timur tertarik.
Rekor naik podium tiga kali berturut-turut membuat Karaeng Makka ikhlas melepasnya.
"Pertama kali lahir sampai enam bulan masih kategori bayi, kita beli kisaran Rp45 juta. Waktu dibeli oleh Pasir Stable di Jogja tentu harganya sudah naik," katanya sambil tersenyum.
Ia memilih nama Leonidas karena terinspirasi dari Raja Sparta.
"Nama Leonidas ini saya punya filosofi raja spartan yang memimpin 300 pasukan, dia bisa melawan ribuan pasukan musuh dan mempertahankan kerajaannya, jadi bisa saya analogikan bahwa Leonidas ini petarung sejati yang bisa bertarung di mana pun," tuturnya.
Induk dan bapak Leonidas memiliki rekor yang diperhitungkan di arena pacu.
| Bayar Rp60 Juta Demi Masuk Satpol PP Sulsel, 2 Korban Mengaku Tak Digaji 2 Tahun |
|
|---|
| Soal Bayar Rp60 Juta Demi Jadi Honorer Satpol PP Sulsel, Kasatpol PP Andi Arwien: Suruh Lapor Polisi |
|
|---|
| Audi dan Ansar Ngaku Bayar Rp 60 Juta Demi Jadi Honorer Satpol PP Pemprov Sulsel |
|
|---|
| Siaga Begal, Camat Manggala Awasi Pergerakan Orang Luar Masuk Makassar |
|
|---|
| Sekelompok Pemuda Serang Tempat Usaha Outdoor di Gowa, 3 Terluka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251021-kuda-jepot.jpg)