Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Siaga Begal, Camat Manggala Awasi Pergerakan Orang Luar Masuk Makassar

posisi Kecamatan Manggala yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros menjadi perhatian

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com
JAGA KEAMANAN - Camat Manggala Ahmad diwawancarai wartawan saat baru saja dilantik oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Jumat (6/2/2026). Ahmad memperketat pengawasan orang dari luar masuk ke wilayahnya untuk mencegah aksi geng motor dan begal. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Camat Manggala, Ahmad, mewaspadai pergerakan orang luar yang masuk ke wilayah Kecamatan Manggala sebagai langkah antisipasi aksi geng motor dan begal.

Menurut Ahmad, posisi Kecamatan Manggala yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros menjadi perhatian dalam pengawasan keamanan wilayah.

“Kecamatan Manggala ini diapit dua kabupaten, yaitu Maros dan Gowa. Ini juga ditekankan Pak Kapolrestabes saat kegiatan Ngopi Kamtibmas di Bitowa,” ujar Ahmad kepada Tribun Timur, Jumat (15/5/2026).

Meski demikian, Ahmad menyebut kondisi keamanan di Kecamatan Manggala hingga saat ini masih relatif aman dari aksi begal maupun gangguan kriminal lainnya.

Ia menilai situasi tersebut tidak lepas dari peran aktif RT/RW dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Pihak kecamatan juga meminta RT/RW mengimbau anak muda agar tidak berkumpul hingga larut malam, terutama di titik-titik yang rawan.

“Kalau ada anak-anak yang begadang sampai larut malam, dihimbau supaya jangan terus berkumpul di jalan,” katanya.

Selain itu, pos keamanan lingkungan (poskamling) di tingkat RT/RW diaktifkan secara bergiliran di setiap kelurahan.

Ahmad menegaskan RT/RW menjadi ujung tombak dalam mendeteksi aktivitas mencurigakan di wilayahnya.

Jika ditemukan pergerakan yang mencurigakan, RT/RW dan aparat kelurahan diminta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

“Jangan sampai melakukan hal-hal di luar kewenangan kita. Tetap melaporkan kepada Babinsa atau Bimas,” ujarnya.

Ahmad mengungkapkan kelompok geng motor dari luar daerah tetap perlu diwaspadai masuk ke wilayah Manggala.

Menurutnya, aksi geng motor kerap dipicu konflik antarkelompok yang melibatkan pelaku dari luar daerah.

“Kalau ada musuhnya tinggal di Kecamatan Manggala, pasti datang ke sini. Itu yang dikhawatirkan,” tuturnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved