Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Aip Saiful Menangis Pasca Tinggalkan Arafah: Saya Capek Jauh dari Allah

Di balik tugas yang berat itu, tersimpan kisah-kisah spiritual yang tak banyak diketahui publik.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
AIR MATA JATUH- Aip Saiful, Pelaksana Transportasi PPIH Arab Saudi 2026 Daerah Kerja Bandara, mendorong koper jemaah haji di Bandara Internasional King Abdulaziz, beberapa waktu lalu. Ia mengaku tak mampu membendung air mata saat berada di Arafah. 

Menurutnya, Arafah menghadirkan pengalaman batin yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Ia merasa seolah dihadapkan pada seluruh perjalanan hidupnya, termasuk kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan kepada orang lain.

"Di Arafah saya hanya bisa berkata dalam hati, 'Ya Allah, saya capek jauh dari-Mu'," tuturnya.

Kalimat sederhana itu justru menjadi refleksi terdalam selama bertugas di Tanah Suci.

Ia mengaku banyak bermuhasabah selama berada di Arafah. Bahkan, salah satu peristiwa yang membuatnya merenung adalah ketika celana yang dikenakannya tiba-tiba robek saat bertugas.

Meski terdengar sepele, kejadian itu menjadi pengingat baginya untuk lebih banyak melakukan introspeksi diri.

Tak hanya itu, Aip juga teringat kepada seorang mahasiswa yang pernah ia uji dalam sidang skripsi.

Saat berada di Arafah, ia langsung menghubungi mahasiswa tersebut untuk meminta maaf karena khawatir pernah menyakiti perasaannya.

"Saya takut pernah melukai orang lain tanpa saya sadari. Maka saya langsung menelepon dan meminta maaf," ujarnya.

Bagi Aip, Arafah bukan sekadar tempat berkumpulnya jutaan manusia untuk berdoa.

Lebih dari itu, Arafah menjadi ruang perenungan yang membuat seseorang melihat kembali dirinya secara jujur.

Ia mengaku pulang dari Arafah dengan perasaan berbeda dibanding saat datang.

"Saya merasa menjadi orang yang baru. Ada banyak hikmah yang saya dapatkan di sana. Mudah-mudahan pengalaman itu menjadikan saya pribadi yang lebih baik," katanya.

Di balik hiruk-pikuk pelayanan haji yang penuh tantangan, kisah Aip menjadi pengingat bahwa para petugas bukan hanya bekerja melayani jamaah, tetapi juga menjalani perjalanan spiritual mereka sendiri di Tanah Suci. 

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved