Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Irjen Kemenhaj RI Optimistis Haji 2026 Berhasil, Serapan Kuota Capai 99,63 Persen

salah satu indikator penting keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini adalah tingkat serapan kuota yang mencapai 99,63 persen.

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/MCH 2026
KEBERHASILAN HAJI 2026- Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dendi Suryadi, memimpin apel di Madinah, Arab Saudi, Rabu (10/5/2026). Dendi Suryadi, menyampaikan optimisme terhadap keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. 

Ringkasan Berita:
  • Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi, optimistis penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M berjalan sukses. 
  • Salah satu indikatornya adalah serapan kuota haji Indonesia yang mencapai 99,63 persen. 
  • Selain itu, hingga saat ini tidak ada laporan jamaah hilang selama operasional haji berlangsung.

Laporan Hasim Arfah

Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH — Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dendi Suryadi, menyampaikan optimisme terhadap keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Sejumlah indikator menunjukkan capaian positif, mulai dari tingginya serapan kuota hingga tidak adanya laporan jamaah hilang selama operasional haji berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Dendi usai menghadiri apel petugas haji Indonesia di Daerah Kerja (Daker) Madinah, Arab Saudi, Rabu (10/6/2026).

Menurut Dendi, salah satu indikator penting keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini adalah tingkat serapan kuota yang mencapai 99,63 persen.

Angka tersebut dinilai sangat baik mengingat besarnya jumlah kuota haji Indonesia.

"Serapan kuota tahun ini mencapai 99,63 persen. Ini angka yang cukup baik dan menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan haji," ujarnya.

Baca juga: Keceriaan Darmawangsyah Muin Sambut Kedatangan Ratusan Jemaah Haji Asal Gowa

Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga menargetkan penurunan angka kematian jamaah dibandingkan tahun sebelumnya.

 Pada penyelenggaraan haji 2025, tercatat 461 jamaah wafat atau sekitar 0,21 persen dari total lebih dari 221 ribu jamaah Indonesia.

Keberhasilan lainnya terlihat dari tidak adanya laporan jamaah hilang selama operasional haji tahun ini.

Pada tahun sebelumnya, terdapat tiga kasus jamaah hilang yang menjadi perhatian penyelenggara.

"Tahun lalu ada tiga jamaah yang hilang. Tahun ini sampai sekarang tidak ada laporan jamaah hilang," kata Dendi.

Ia menambahkan, indikator keberhasilan lainnya adalah berkurangnya keluhan jamaah terhadap layanan yang diberikan petugas, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi hingga layanan ibadah.

Tak hanya itu, Dendi menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam penyelenggaraan haji.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved