Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Klinik Satelit Sektor 2 Madinah Layani Puluhan Jamaah, Keluhan ISPA Dominasi

Klinik yang beroperasi di salah satu hotel sektor tersebut melayani berbagai keluhan kesehatan ringan hingga sedang.

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sakinah Sudin
MCH 2026
LAYANAN KESEHATAN JAMAAH HAJI - Irjen Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi mengecek Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Rabu (10/6/2026). Klinik Satelit Sektor 2 Madinah menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia selama berada di Kota Nabi. 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH - Klinik Satelit Sektor 2 Madinah menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia selama berada di Kota Nabi, Madinah.

Klinik yang beroperasi di salah satu hotel sektor tersebut melayani berbagai keluhan kesehatan ringan hingga sedang sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Koordinator Klinik Satelit Sektor 2 Madinah dr Fitri Indah Yanti SpP menjelaskan, klinik satelit dibentuk untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada jamaah yang tersebar di berbagai hotel.

“Di Madinah ada lima sektor, dan setiap sektor memiliki klinik satelit," ujar dr. Fitri saat ditemui di Madinah, Rabu (10/6/2026).

"Jamaah yang mengalami keluhan kesehatan dapat langsung mendatangi klinik untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, layanan yang diberikan berupa rawat jalan untuk kasus-kasus ringan hingga sedang. 

Sementara jamaah dengan kondisi yang lebih serius akan dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah atau rumah sakit setempat.

Klinik satelit beroperasi selama 24 jam dengan sistem tiga shift, yakni pagi, siang, dan malam. 

Pelayanan didukung oleh tenaga kesehatan haji (TKH) yang dijadwalkan secara bergantian dari berbagai kelompok terbang (kloter).

“Dokter dan perawat yang bertugas pada shift pagi dan siang berasal dari berbagai kloter yang kami atur jadwalnya, kata dr Fitri.

"Dengan demikian mereka tetap dapat melayani jamaah di hotel masing-masing sekaligus membantu pelayanan di klinik satelit,” jelasnya.

Seiring bertambahnya kedatangan jamaah gelombang kedua, jumlah pasien yang datang ke klinik juga meningkat. 

Jika pada hari-hari awal hanya melayani sekitar tiga pasien, kini jumlah kunjungan mencapai lebih dari 20 orang per hari.

“Shift pagi hari ini saja sudah 11 pasien, dan sampai sore jumlahnya bisa mencapai sekitar 21 jamaah,” katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved