Haji 2026
Kisah Haru Nenek Jumaria dari Maros, Hidup Sendiri dan Bertani Demi Bisa Berhaji
Di usia 70-an, ia menapaki perjalanan spiritual yang telah direncanakan dan disiapkannya selama lebih dari 20 tahun.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Ansar
Meski belum pernah menempuh pendidikan formal, ia mampu menata hidupnya secara disiplin, mulai dari bertani hingga menabung untuk haji.
Di kampung, ia menanam ubi jalar, ubi kayu, dan jagung di lahan sekitar 15 are, sebagian untuk konsumsi sendiri.
Ia juga mengaku rindu makanan khas kampung seperti udang, yang menjadi kesukaannya.
“Di sini semuanya baik, tapi saya kangen makan udang di kampung,” ujarnya.
Sebelum menunaikan ibadah haji, Jumaria selalu berdoa agar diberikan kesempatan kembali ke Tanah Suci di masa mendatang.
Keikhlasan, kesabaran, dan ketekunannya dalam menabung serta bekerja keras menjadi teladan bagi banyak jemaah lain yang mengikuti jejaknya.
Perjalanan Nenek Jumaria menegaskan bahwa niat, kesabaran, dan kerja keras dapat mengantar seseorang untuk menunaikan impian spiritual, meski harus menunggu puluhan tahun.
Kisahnya pun menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang menunda atau merasa berat dalam mempersiapkan ibadah haji.
(hasim arfah/mch 2026)
| Calon Haji Bontang Pilih Manasik Mandiri Bersama Kemenhaj, Diikuti Lebih 100 Peserta |
|
|---|
| Anggarkan Rp6,8 Miliar, Kolaka Sewa 6 Pesawat Khusus Antar Jamaah Calon Haji ke Makassar |
|
|---|
| Disiplin Ihram Jamaah Gelombang II Meningkat, Petugas Bandara Jeddah Kini Fokus Awasi Detail Kecil |
|
|---|
| Dini Hari, 387 JCH Kloter 36 Asal Kolaka Terbang ke Jeddah via Embarkasi Makassar |
|
|---|
| Di Tengah Cuaca Panas dan Ribuan Kedatangan, PPIH Arab Saudi Bersiap Tinggalkan Bandara Demi Armuzna |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/NENEK-JUMARIA-Jemaah-haji-asal-Kabupaten-Maros.jpg)