Haji 2026
PPIH Siapkan Jalur Khusus Murur, Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Tak Perlu Turun di Muzdalifah
Puji Raharjo, mengatakan kebijakan ini disiapkan untuk menjaga keselamatan dan kondisi fisik jemaah
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Ari Maryadi
Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MEKKAH — Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai mematangkan skema murur sebagai solusi untuk melindungi jemaah lanjut usia, risiko tinggi, dan penyandang komorbid dari kepadatan di Muzdalifah.
Lewat skema tersebut, jemaah kategori rentan nantinya tidak perlu turun dan bermalam di Muzdalifah setelah wukuf di Arafah.
Mereka akan langsung diarahkan menuju Mina menggunakan bus bersama pendamping masing-masing.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan kebijakan ini disiapkan untuk menjaga keselamatan dan kondisi fisik jemaah yang rentan terhadap kelelahan maupun gangguan kesehatan saat fase Armuzna berlangsung.
“Karena keterbatasan ruang di Muzdalifah, sebagian jemaah risiko tinggi, lansia, yang memiliki komorbid, termasuk pendampingnya, akan langsung diarahkan menuju Mina,” ujar Puji Raharjo di Makkah, Jumat (16/5/2026).
Menurutnya, skema murur memungkinkan jemaah tetap melewati kawasan Muzdalifah tanpa harus turun dari bus dan menunggu hingga tengah malam sebagaimana proses mabit reguler.
Dengan pola tersebut, perjalanan jemaah menuju Mina diharapkan lebih aman dan tidak membebani kondisi fisik mereka yang sudah rentan sejak awal.
“Jemaah kategori murur tidak perlu turun di Muzdalifah dan tidak harus menunggu lama sebelum melanjutkan perjalanan,” katanya.
Sementara itu, jemaah yang dalam kondisi sehat tetap akan mengikuti skema normal dengan mabit di Muzdalifah sebelum bergerak ke Mina setelah lewat tengah malam.
Puji yang juga menjabat sebagai Wakil Penanggung Jawab II PPIH Arab Saudi menjelaskan, saat ini tim PPIH bersama Satuan Operasi Armuzna masih menyelesaikan rincian teknis pelaksanaan murur, termasuk pemetaan jemaah, alur transportasi, hingga standar operasional pelayanan di lapangan.
Koordinasi juga dilakukan dengan ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar pelaksanaan puncak haji berjalan tertib.
PPIH berharap seluruh jemaah dapat menjalani rangkaian Armuzna dalam kondisi sehat tanpa menghadapi hambatan serius seperti yang pernah terjadi pada musim haji sebelumnya.
“Kami tidak ingin ada lagi jemaah terlambat keluar dari Muzdalifah atau bahkan harus berjalan kaki akibat kepadatan,” ujar Puji.
Selain menyiapkan skema murur, PPIH Arab Saudi juga mulai mengatur penempatan petugas lebih awal di Arafah dan Mina.
Sejumlah petugas khusus akan disiagakan di Mina sebelum kedatangan jemaah untuk membantu proses penempatan tenda dan mengantisipasi jemaah tersesat.
| Perbedaan Fatwa Dam Haji Tak Perlu Dipertentangkan, Musyrif Diny: Pilih yang Tenangkan Hati |
|
|---|
| PPIH Embarkasi Makassar Lepas 387 JCH Kloter 35 ke Tanah Suci |
|
|---|
| Jamaah Haji Tunanetra Asal Sinjai Dikabarkan Akan Dibangunkan Masjid di Arab Saudi |
|
|---|
| Al-Balad Jeddah, Jejak Pertama Para Tamu Allah Sebelum Menyentuh Tanah Makkah |
|
|---|
| Sempat Terpisah di Jeddah, Kesetiaan Kakek Wardoyo Bikin Suasana Haru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260516-Puji-Raharjo-3.jpg)